Dukung PPKM Darurat, Kecamatan Gayam Terapkan Lockdown

Sabtu, 03 Juli 2021, Dibaca : 726 x Editor : nugroho

dok/sbu.
Ketua Gugus Tugas Kecamatan Gayam, Agus Haryana Panca Putra.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah menyiapkan empat skenario untuk mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona di wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu agar berjalan maksimal. Salah satunya melakukan lockdown (penutupan) jalur perbatasan dengan kecamatan lain.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Gayam, Agus Haryana Panca Putra menyampaikan, empat skenario ini telah disiapkan sebelum Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah mengeluarkan Surat Edaran Bojonegoro No. 800/2862/412.2002/2021 tentang Pemberlakuan PPKM darurat COVID-19 di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Lainnya :

    Agus menjelaskan empat skenario untuk mendukung PPKM Darurat Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gayam yakni menutup sejumlah jalan tikus atau perbatasan yang masuk ke wilayah Gayam. Di antaranya di perbatasan Desa Beged dan Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, jalan desa yang menghubungkan Desa Mojodelik dengan Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, dan jalan di Puduk Desa Bonorejo yang menghubungkan perlintasan rel Kereta Api.

    "Semua jalan tembus yang menghubungkan wilayah lain akan kita tutup. Kita akan mefungsikan satu jalan masuk dan keluar yakni Jalan PUK Sumengko - Gayam," tegas Camat Gayam ini kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (3/7/2021).

    Baca Lainnya :

      Skenario kedua adalah dengan melakukan lockdown desa-desa dengan jumlah kasus terbanyak terkonfirmasi positif Covid-19. Berdasarkan data sebaran Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, di wilayah Gayam terdapat 30 orang terkonfirmasi positif, aktif 6 orang, sembuh 22 orang, meninggal 2, dan suspect 1 orang.

      "Tujuannya agar mobilitas orang-orang dari luar desa atau wilayah bisa ditekan," ucap Agus.

      Skenario ketiga adalah melakukan razia pekerja proyek migas yang berkerumun di warung-warung di wilayah Gayam.

      "Jika ditemukan akan langsung kita beri sanksi perusahaanya," tandas Agus.

      Keempat, lanjut dia, memaksimalkan petugas PPKM di masing-masing desa karena sudah mendapat anggaran 8% dari Dana Desa (DD). Anggaran ini bisa digunakan untuk kebutuhan pengendalian dan percepatan penanganan penyebaran Covid-19. Seperti pembelian disinfektan, honor petugas PPKM, bantuan ekonomi warga yang menjalani isolasi mandiri dan bantuan sosial warga yang meninggal akibat Covid-19.

      "Kita harapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi PPKM Darurat ini agar dapat berjalan maksimal, dan sebaran Covid-19 khususnya di wilayah Gayam bisa dikendalikan," pungkas Agus.

      Dikonfirnasi terpisah, Kepala Desa Bonorejo, Rachmat Aksan menyamapikan telah menyiapkan sejuamlah skenario untuk mendukung penerapan PPKM Darurat Covif-19. Di antaranya akan melakukan pembatasan ketat terhadap warga dari luar daerah yang masuk ke wilayah Desa Bonorejo.

      "Kita akan lebih selektif lagi," ujarnya dikonfirmasi terpisah.

      Selain itu, lanjut dia, memasang banner protokol kesehatan di setiap jalan lingkungan, meniadakan sementara tahlilan rutin, membatasi jumlah undangan tasyakuran maksimal 30 sampai 40 orang, mengintensifkan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga dan fasilitas publik, melakukan tracing (pelacakan) kepada warga yang kontak dengan terkonfirmasi positif untuk menekan sebaran Covid-19, dan memberikan bantuan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

      "Kita berikan bantuan berupa sembako, buah-buahan dan vitamin," pungkas Aksan.(suko) 



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more