Efisiensi Biaya dan Waktu, Operasional Drilling JTB Selesaikan Pengeboran

Rabu, 13 Januari 2021, Dibaca : 320 x Editor : samian

Ist/Samian Sasongko
PEMBORAN : Tim drilling PEPC saat melakukan pemboran sumur Gas JTB di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Proyek Pengeboran Gas yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di wilayah operasional Proyek Jambaran – Tiung Biru (JTB) telah mendekati masa akhir. Hingga periode Januari 2021, Operasional Drilling dan Rigless Completion telah berhasil bekerja dengan lebih cepat dari target. Tim Drilling PEPC berhasil menghemat waktu pengerjaan selama 56 hari lebih cepat dari jadwal.

Dalam dunia industri Minyak dan Gas Bumi (Migas), kondisi penghematan waktu kerja merupakan sebuah prestasi terutama ketika dibarengi dengan pencapaian tidak ada kecelakaan ataupun cidera dalam bekerja. Para Pekerja Proyek JTB  telah bahu-membahu bekerja dengan semboyan Spirit to Zero Accident, dan berhasil mencapai lebih dari 1,6 Juta Jam Kerja Selamat.

Baca Lainnya :

    Pencapaian ini diperoleh berkat kerja sama dan kerja keras team JTB dan seluruh stakeholders, baik tenaga, pikiran maupun teknologi yang digunakan, serta berkat ridho dari Tuhan YME.

    “Kami menggunakan Cyber Walking Rig Milik Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dimana sangat efisien untuk melakukan pemboran dengan metode Batch Drilling yang direncanakan. Seluruh capaian ini menjadi bukti bahwa Pertamina melalui para Perwiranya mampu mengelola Operasi Drilling pada highrisk hazard secara excellence baik aspek operasi maupun HSSE," kata Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi.

    Baca Lainnya :

      Dijelaskan bahwa dukungan manajemen dan seluruh stakeholders terutama dimasa Pandemi Covid 19 juga merupakan kunci kesuksesan Drilling dan Rigless Completion campaign ini. Drilling dan Rigless Completion Campign Proyek JTB  mampu melakukan efisiensi biaya operasional sebesar 11% dan waktu operasional sebanyak 21%.

      Teknologi Single Trip Perforation long interval hingga 800 feet dan teknologi Smart Coiled Tubing (ACTive) Distributed Temperature Sensing (DTS) pada sumur high rate gas, dengan kandungan 8000 ppm H2S dan 34% CO2 yang dilakukan secara Rigless operation merupakan yang pertama kali di Indonesia dengan melibatkan 100 % Putra-putri Indonesia.

      "Saya berharap teknologi ini bisa diterapkan pada operasi serupa baik di Region Subholding Upstream Pertamina lainya maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Seluruh Indonesia yang mempunyai kondisi operasional serupa dengan lapangan JTB," ujar Awang.

      Operasi Well testing hingga rate 60 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari) juga berlangsung aman dan kondusif. Semua ini terjadi, karena PEPC bekerjasama dengan mitra kerja yang handal dan terpercaya, serta dukungan dari para stakeholders.

      "Hal ini menunjukkan bahwa Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru mendapatkan dukungan yang baik dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga Pusat, juga masyarakat luas," tandasnya.

      Semangat PEPC menuju World Class Company selain terus berinovasi dengan teknologi-teknologi yang digunakan juga didukung oleh kompetensi setiap Perwiranya. Dalam mewujudkan sistem kerja yang profesional, PEPC menjunjung tinggi Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (AKHLAK).

      AKHLAK sendiri merupakan identitas dan budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja di lingkungan Grup Pertamina dan anak perusahaannya secara berkelanjutan.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more