EMCL Bantu Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Masyarakat Bojonegoro

Jum'at, 17 Desember 2021, Dibaca : 455 x Editor : nugroho

joko kuncoro
SIMBOLIS : Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin menyerahkan bantuan alat keterampilan masyarakat ke BLKK Alrosyid.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Lembaga Pelatihan dan Keterempilan memiliki peranan penting dalam kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu, peningkatan kapasitas keterampilan bisa membuka peluang kerja yang lebih baik. Seperti keterampilan menjahit.

Peran penting lembaga-lembaga semacam ini disadari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Bagi operator Lapangan Minyak Banyu Urip ini, membantu Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) adalah cara untuk mendorong peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

Baca Lainnya :

    “Ini menjadi dasar kami dalam menginisiasi bantuan kepada BLKK Alrosyid dan Ponpes Sabilul Muttaqin,” ucap External Affairs Manager, Ichwan Arifin dalam serah terima bantuan di BLKK Alrosyid pada Jumat (17/12/2021).

    EMCL memberikan bantuan berupa 9 unit mesin perlengkapan menjahit kepada BLKK Alrosyid Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander dan 2 unit untuk Ponpes Sabilul Muttaqin Desa Margoagung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      Menurut Ichwan, bantuan tersebut diharapkan bisa mendorong adanya kolaborasi antar masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonominya. Lembaga pendidikan dan keterampilan, kata dia, memiliki peran sentral dalam sektor ekonomi kerakyatan.

      “Keahlian menjahit tentu tidak akan usang. Banyak yang membutuhkan tenaga terampil menjahit. Ketika bisa menjahit, juga bisa membuka usaha sendiri,” ucap Ichwan.

      Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Alrosyid, KH Alamul Huda menilai bahwa bantuan yang diberikan sudah sangat membantu masyarakat. Menurutnya, BLKK Alrosyid adalah milik masyarakat. Siapapun dipersilakan untuk belajar dan berlatih di sana.

      “Ini adalah ikhtiar bersama. Untuk kebaikan masyarakat luas,” tutur Ketua MUI Bojonegoro yang biasa disapa Gus Huda tersebut.

      Gus Huda menegaskan bahwa bantuan perlu disyukuri. Namun bukan satu-satunya jalan untuk sukses. Tanpa bantuan pun sudah seharusnya BLKK bisa mandiri dan mampu membawa perubahan di masyarakat.

      Senada disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Ahmad Samsul. Dukungan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui keterampilan menjahit adalah cara yang tepat. Karena prakteknya mudah dan karyanya dibutuhkan masyarakat.

      “Maka dari itu setelah ini kami kerjasama dengan BLKK Alrosyid untuk mengadakan pelatihan menjahit di sekolah Sabilul Muttaqin,” ungkapnya.

      Selain itu, Samsul berharap agar bantuan dari EMCL ini dimanfaatkan dengan baik. Dia akan memastikan kepada timnya untuk memaksimalkan alat yang ada.

      “Kami menyampaikan terima kasih kepada EMCL. Ini bukti bahwa keberadaan EMCL memberi manfaat kepada masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.(jk)


Show more