EMCL Bantuan Alat Pendukung Posyandu kepada Pemkab Bojonegoro

Kamis, 09 Juli 2020, Dibaca : 134 x Editor : nugroho

ririn wedia
SIMBOLIS : Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin menyerahkan bantuan alat pendukung posyandu kepada Bupati Anna Muawanah.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyerahkan bantuan alat pendukung untuk 36 Posyandu di Kecamatan Ngasem, Gayam, dan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Bantuan diberikan secara simbolis oleh perwakilan EMCL, Ichwan Arifin kepada Bupati Anna Mu'awanah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Ani Pudjiningrum, di Pendopo Malowopati perkantoran Pemkab Bojonegoro, Rabu (8/7/2020).

Baca Lainnya :

    External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin, mengatakan, program ini diinisiasi sejalan dengan pilar utama Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) EMCL yaitu kesehatan terutama di wilayah operasional.

    "EMCL turut mendukung usaha Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang balita melalui kontribusi peralatan pendukung posyandu," ujarnya. 

    Baca Lainnya :

      Pihaknya berharap, balita di Kabupaten Bojonegoro dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan angka kurang gizi atau stunting di Kabupaten Bojonegoro terus berkurang (menurun). 

      Sementara barang yang diserah terimakan yaitu 36 timbangan badan dan timbangan bayi digital, 36 alat pengukur tinggi badan, 36 alat pengukur suhu badan, dan 36 alat permainan edukatif. 

      Acara tersebut berbarengan dengan pembekalan kader pendamping ibu hamil resiko tinggi yang digelar oleh Dinas Kesehatan. 

      "Kami apresiasi dnegan bantuan yang diberikan oleh EMCL sehingga bisa mendukung kegiatan kami di lapangan," ujar Kepala Dinas Kesehatan, Ani Pudjiningrum. 

      Dikatakan, 100 pendamping Posyandu dari seluruh Bojonegoro akan mendapat pembekalan bagaimana melakukan pendampingan mulai hamil sampai 42 hari pasca melahirkan.

      "Kegiatan yang dilakukan diantaranya memotivasi ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilanya, menanyakan keluhan yang dirasakan serta menjelaskan cara penggunaan buku KIA," tukasnya. 

      Di tempat yang sama, Bupati Anna Mu'awanah,  menyampaikan bahwa angka kematian ibu  dan angka kematian bayi di Bojonegoro masih cukup tinggi.

      "Ini terjadi karena berbagai sebab mulai dari pola makan, pola hidup bahkan pola kedisiplinan," imbuhnya.

      Dalam pola kedisiplinan inilah peran seorang pendamping sangat penting untuk terus mengingatkan untuk pola hidup sehat.

      Selain itu, lanjut Bu Anna, pada tahun 2020 Pemkab juga sudah memberikan insentif kepada bidan yang ada di desa tertinggal termasuk juga transportasinya.

      “Ini semua Pemkab lakukan untuk mencegah resiko kematian ibu hamil ataupun bayi dalam proses persalinan,” tandasnya.

      Kedepanya Bupati Anna berharap dalam pendampingan ibu hamil ini berbasis desa.  

      “Dimana sebanyak 432 desa di seluruh Kabupaten Bojonegoro mempunyai kader pendamping ibu hamil di desanya masing-masing, “pungkasnya.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more