EMCL Presentasikan Efek Nyata Revitalisasi Pasar Gayam di Joint Convention Bandung

Rabu, 24 November 2021, Dibaca : 249 x Editor : samian

Arifin Jauhari
PEMBANGUAN PASAR GAYAM : Wujud nyata revitalisasi Pasar Gayam dilakukan EMCL bersama terkait melalui program CSR.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) mengadakan acara Joint Convention Bandung 2021 secara virtual. Dalam acara itu, Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas), Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), mempresentasikan efek nyata revitalisasi Pasar Gayam, di Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Acara yang dipandu oleh Dewi Ariani, Public and Government Affairs (PGA) EMCL tersebut mengundang Community Relations EMCL, Rifqi Romadhon sebagai nara sumber, dan diikuti oleh 52 peserta berbagai kalangan via aplikasi zoom meeting, Rabu (24/11/2021).

Baca Lainnya :

    "Pasar Gayam kini tidak lagi hanya buka bergantung pada hari pasaran saja, yang jatuh setiap wage dan pahing. Tetapi sudah bisa buka setiap hari. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang," kata Rifqi Romadhon.

    Pasar yang sudah ada sejak tahun 1945 itu, kata Rifqi, mulai direvitalisasi pada tahun 2018. Sebelum itu, sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang tidak lagi layak. Seperti yang dikeluhkan oleh Semi, salah satu pedagang sayur yang ditampilkan dalam rekaman video.

    Baca Lainnya :

      "Kondisi Pasar Gayam ini berantakan. Kalau hujan jadi becek. Kami ingin ada penataan, agar pasar menjadi lebih bagus, dan meningkatkan pendapatan kami," ujar Semi dalam video presentasi.

      Keluhan para pedagang Pasar Gayam tersebut ditangkap, dan kemudian diwujudkan oleh EMCL melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan menggandeng mitra pendamping dari LIMA 2B dan LSM Tropis Indonesia.

      "Kami juga berkolaborasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam dalam pembangunan Pasar Gayam," sambung Rifqi.

      Kolaborasi antara EMCL dengan Pemdes Gayam dalam menyediakan sarana dan prasarana yang layak untuk Pasar Gayam terdiri yaitu, pihak EMCL membangun 63 kios, 1 kantor pengelola pasar, 1 bangunan berukuran 25x12 meter untuk lapak jualan, dan 4 toliet umum.

      Sedangkan Pemdes Gayam membangun 12 kios, dan 130 kios pada bangunan untuk lapak jualan. Serta menyusun tata kelola pasar. Antara lain, menyusun Peraturan Desa (Perdes) melibatkan pihak terkait untuk legalitas pengelolaan pasar.

      Kemudian penyusunan SOP pengelolaan pasar, sistem dan aplikasi keuangan, hingga menetapkan pengelola pasar menjadi bagian dari BUMDesa Gayam.

      "Sebelum penyerahan Pasar Gayam, kami telah berkoordinasi dengan para mitra pendamping terkait sustainability report. Agar Pasar Gayam mampu mandiri dan bermanfaat secara berkelanjutan," tandasnya.

      Untuk diketahui, Pasar Gayam telah diserahkan oleh EMCL secara resmi kepada Pemdes Gayam pada 12 Agustus 2021.(fin)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more