EPC 5 Banyuurip Diminta Reklamasi Tambang Galian C

Senin, 06 Oktober 2014, Dibaca : 1309 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) 5 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, agar melakukan reklamasi di lokasi tambang galian C yang dipergunakan untuk proyek selama ini. Permintaan itu disampaikan BLH  kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro setempat melalui hearing, Senin (6/10/2014). 

Kepala BLH Bojonegoro, Tedjo Sukmono, mengaku, pihaknya kecolongan dengan adanya tambang galian C di wilayah Malo dan Padangan untuk proyek Banyuurip tersebut. BLH tidak mengetaui jika kontraktor EPC 5 Banyuurip, PT Rekayasa Industri (Rekind)- Hutama Karya (HK) telah mengeksploitasi kebutuhan tanah urug sebanyak 375 kubik yang dipergunakan untuk pengurukan jalan layan (fly over), waduk, dan tempat produksi  early processing facilities (EPF). 

Baca Lainnya :

    “Awalnya PT Rekind-HK beralasan mengebut pekerjaan karena Presiden akan datang berkunjung, dan kami memberikan peringatan keras yang akhirnya dipahami sampai sekarang ini sudah menggunakan material legal,” kata Tedjo, memberikan alasan. 

    Masalahnya saat ini, lanjut Tedjo, lokasi tambang galian C yang sudah terlanjur digunakan sebelumnya telah merusak lingkungan. Bahkan membentuk danau atau lubang yang sangat besar yang bisa mengakibatkan banjir bandang dan bencana kekeringan.

    Baca Lainnya :

      “Kami sudah mengupayakan agar PT Rekind-HK bersama rekanannya melakukan reklamasi serta perbaikan jalan akibat angkutan tanah urug ,” tegas Tedjo.

      Dia menjelaskan, dari 9 titik galian C yang ada digunakan untuk pengerjaan EPC 5, baru 7 yang mengajukan ijin pengelolaan lingkungan. Sedangkan dua diantaranya yaitu Desa Tebon, Kecamatan Padangan dan Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu, yang belum mengajukan ijin.

      “Sudah kami peringatkan tapi tidak diindahkan. Kalau masih terus dilakukan akan kami laporkan ke polisi,” tandas Tedjo.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more