Foto Kasat Sabhara Gendong CJH Diserang Hate Speech

Kamis, 03 Agustus 2017, Dibaca : 976 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Dibalik kelancaran pemberangkatan 912 Calon Jamaah Haji (CJH) Tuban dua hari terakhir, pengguna media sosial digemparkan dengan komentar ujaran kebencian (Hate Speech) akun Asrofie Jack Dunhil terhadap foto Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Eko Wibowo yang menggendong salah seorang CJH menuju bus di komplek Pendapa Krida Manunggal Tuban.

Foto humanis itu dishare oleh akun Facebook atas nama Sholahudin Ali dengan caption “SubhanALLAH semoga Bpk Polisi ini bisa berangkat Hajji juga Aamin”, di salah satu grup media sosial Tuban pada tanggal 1 Agustus 2017.

Baca Lainnya :

    Entah apa motifnya akun Asrofie Jack Dunhil mengomentari foto itu dengan kalimat “Pencitraan, pada dasare polisi iku as*** yen ono baloong mesti kruyuk’an,”. Dilanjutkan menulis kembali “Hhhh sampean werooh endog g*bl**ck lheee. Eoo iku jeroane polisi kuiDan juga ini Wes banget apale aku nk uoong ngunu aee, Bondo poto di gawe pencitraan. Masio *s*u eoo iso mlebu Masjid pak”.

    Mengetahui praktik Hate Speech, Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, langsung memperingatkan akun tersebut dikomentar selanjutnya. "Hati-hati kalau berkomentar apalagi tidak sesuai kenyataan," ujarnya kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Mapolres Tuban, Rabu (2/8/2017).

    Baca Lainnya :

      Bukan jera, tapi akun yang merupakan milik ASR alias Asrofi (21) warga Dusun Tanjang, Desa Pulogede, Kecamatan Tambakboyo, ini kembali mengunggah status yang bernada kebencian. Pasca diketahui identitas dan alamat akun itu, tim Cybercrime Satreskrim Polres Tuban langsung mendatangi dan menangkap tersangka di rumahnya bersama barang bukti.

      Saat ditanya mengapa melakukan itu, Asrofi mengaku punya dendam dengan polisi. Sebelumnya residivis kasus judi dadu ini ditegur saat ada konser dangdut.

      "Dendam saya dengan polisi," terang Asrofi kepada Kapolres Fadly Samad.

      Aksi mengujar kebencian di medsos kali ini, membuat Asrofi dijerat UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE  pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3, serta 310 dan 311 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun.

      Pria kelahiran Makasar ini juga mengingatkan dan menghimbau pada masyarakat umum, khususnya warga Tuban agar tidak mudah mempublikasi kata-kata atau kalimat yang berisi ujaran kebencian, menghasut, provokatif, dan menghina seseorang ataupun kelompok dengan di media sosial atau media lainnya.

      Ada sanksi hukumnya. Lebih baik gunakan media sosial untuk jalin pertemanan dan hal-hal positif lainnya. Bukan untuk sarana mengujar kebencian.

      "Kalau melanggar UU ITE jangan salahkan kami jika menindak," ancamnya.

      Selain Asrofi, praktik Hate Speech juga dilakukan oleh salah satu warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding kepada kepala desanya. Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo langsung sigap, dan mendamaikan kedua belah pihak.

      "Tidak dibawa ke jalur hukum karena yang posting telah meminta maaf baik langsung maupun di media sosial," ungkap Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati.(Aim)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more