Gayam Masuk Zona Merah Virus Corona

Senin, 18 Mei 2020, Dibaca : 1005 x Editor : nugroho

Ist/Dinas Kesehatan Bjn.
Peta Sebaran Corona di Bojonegoro per 18 Mei 2020.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Sebaran kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meluas. Hingga hari ini, Senin (18/5/2020), dari 28 kecamatan di Bumi Angling Dharma-sebutan lain Bojonegoro, 15 kecamatan masuk zona merah.

Salah satunya Kecamatan Gayam. Padahal  hari sebelumnya, wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, itu di peta sebaran masih berwarna putih.

Baca Lainnya :

    Kasus positif virus corona di Kecamatan Gayam adalah seorang laki-laki berusia 37 tahun asal Desa Begadon.

    Di Desa Begadon sebelumnya terdapat satu warga yang hasil rapid tesnya reaktif. Pria yang bekerja sebagai Scurity proyek Gas JTB itu sempat dikarantina di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK). Namun beberapa hari kemudian hasil Swab-nya pertama dinyatakan negatif SAR-Cov-2.

    Baca Lainnya :

      "Sebelum positif statusnya pasien dalam pengawasan atau PDP," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin, Senin malam.

      Dijelaskan, selain di Kecamatan Gayam, hari ini ada penambahan enam kasus baru positif virus corona di Kabupaten Bojonegoro. Tersebar di Kedungadem, Bojonegoro, Trucuk, Kasiman, Kapas, dan Baureno. Masing-masing ada penambahan satu kasus positif.

      "Status positif terkonfirmasi pada hari ini ada penambahan baru sebanyak tujuh orang. Masih proses dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

      Dengan tambahan tujuh orang tersebut, jumlah komulatif positif virus corona di Bojonegoro sebanyak 35 orang. Rinciannya, 30 orang dirawat dan lima orang meninggal dunia.

      Puluhan kasus positif virus corona itu tersebar di Kecamatan Baurno, Kepohbaru, Sumberrejo, Kedungadem, Balen, Kapas, Bojonegoro, Dander, Gondang, Kalitidu, Trucuk, Gayam, Purwosari, Kasiman, dan Ngarho.

      "Terbanyak di Kecamatan Bojonegoro, ada enam kasus positif virus corona," ucap pri yang juga menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro itu.

      Untuk status PDP, hari ini tidak ada penambahan baru. Jumlah kumulatifnya sebanyak 13 orang, 7 orang dalam pengawasan, 2 orang selesai dalam pengawasan dan meninggal dunia 4 orang.

      Sementara status orang dalam pemantauan  (ODP) ada penambahan baru sebanyak 5 orang. Rinciannya, di Kecamatan Dander 1 orang, Trucuk 1 orang, Kapas 1 orang dan Ngasem 2 orang. 

      Untuk status orang dalam resiko  (ODR) sebanyak 40.048 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 365 orang. 

      "Terap di rumah saja, jaga jarak, biasakan cuci tangan, pakai masker bila aktifitas di luar rumah, dan jangan mudik dulu," pesan Masirin.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more