Gelar Seminar HAM, Jaga Toleransi Antar Umat Beragama

Kamis, 19 November 2020, Dibaca : 157 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Warga dan dinas terkait antusias mengikuti kegiatan seminar HAM menjaga toleransi umat beragama yang digelar Bakesbangpolinmas.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Badan Kesatuan Bangsa Politik Dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Kabupaten Bojonegoro bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Seminar Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Rangka Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama dengan mengambil tema "Memelihara Kerukunan Umat Beragama Dalam Mencegah Disintegrasi Bangsa Di Era Globalisasi Dan Pandemi Covid-19", Kamis (19/11/2020).

Kegiatan seminar sehari  yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, itu diikuti 70 orang peserta terdiri dari berbagai ormas agama, utusan lima korwil FKUB, MUI, NU, Wanita Kristen, Pemuda Muhammadiyah, LDII, perwakilan keberagaman agama Dusun Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, dan perwakilan keberagaman agama Desa Kolong, Kecamatan Ngasem.

Baca Lainnya :

    Hadir dalam kegiatan, Bupati Bojonegoro Anna Mua'awanah secara virtual, Hadir langsung Kepala Bakesbangpolinmas Bojongoro Mahmudi beserta jajaran, Ketua FKUB KH. Alamul Huda, Forkopimcam Dander, Camat Ngasem, Camat Kalitidu, dan Kepala Desa Sendangrejo beserta seluruh Perangkat Desa. 

    Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah, mengharapkan situasi kondisi yang sudah kondusif ini agar dipertahankan dan dijaga bersama-sama. Jika ada hal-hal yang sekiranya memicu potensi disintegrasi, FKUB sebagai wadah kerukunan antar umat beragama diharapkan bisa berperan aktif mengajak duduk bersama. Guna mengantisipasi agar tidak semakin melebar dan menimbulkan terjadinya disintegrasi bangsa.

    Baca Lainnya :

      "Jika ada informasi yang masih bersifat katanya-katanya di media sosial, bapak, ibu sekalian jangan semena-mena langsung mengeshare," tandas Bupati Anna.

      Senada diungkapkan, KH Alamul Huda, Pengasuh Ponpes Miftahul Huda sekaligus Ketua FKUB. Ia berharap agar warga masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos).

      "Pokoknya kalau ada informasi dari medsos, aja ngandel dhisik. Jika ada kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan agar tabayyun atau klarifikasi dulu. Jangan karena dirasa cocok dengan seleranya langsung share. Karena ada implikasi atau akibat hukum. Semua diatur dalam undang-undang ITE. Jangan sampai karena tidak bijak bermedsos menimbulkan perpecahan bangsa kita," jelas Gus Huda, panggilan akrabnya.

      Sementara itu, Nicholas Prasetyo, konsultan keuangan dan metafisika asal Solo didaulat sebagai narasumber seminar menguraikan, pengalaman hidup bahwa tidak ada masalah yang tidak ada solusinya dalam konteks kerukunan beragama.

      Kerukunan menurut founder Taipan Club ini terdiri empat jenjang, Tuhan Yang Maha Esa, Ruh Tuhan, Rasa yang merupakan alat komunikasi, dan Pikiran sebagai sumber masalah.

      "Agar terjadi hubungan sosial yang baik, rukun dengan sesama diperlukan hati nurani yang bersih agar bisa mengolah rasa yang baik sebagai alat komunikasi," katanya.(fin)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more