Giliran Kepala Dindagkop UMKM Blora Diperiksa Kejaksaan

Rabu, 08 Juli 2020, Dibaca : 785 x Editor : nugroho

Kasi Intel Kejaksaan Negei Blora
Giliran Kepala Dindagkop UMKM Blora Diperiksa Kejaksaan


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dindagkop UMKM) Kabupaten Blora , Sarmidi diperiksa Kejaksaan Negeri Blora, Selasa (7/7/2020) kemarin.

Sarmidi dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungutan liar di Pasar Induk Cepu tahun 2018 hingga 2020. Termasuk praktik jual beli kios Pasar Daerah Blora, di Pasar Induk Cepu.

Baca Lainnya :

    Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Muhammad Adung menjelaskan Sarmidi diperiksa selama 3 jam. Ada 20 pertanyaan yang diajukan penyidik. 

    "Selasa kemarin pagi dia datang untuk diperiksa," ujar Adung saat berada di ruang konsultasi Kejaksaan Negeri Blora, Rabu (8/7/2020). 

    Baca Lainnya :

      Sarmidi diperiksa terkait tupoksinya sebagai kepala dinas. Serta keterkaitan dengan kasus yang saat ini sedang didalami kejaksaan. Termasuk aturan dalam pungutan yang dilakukan oleh jajarannya. 

      Selain kepala dinas, kejaksaan juga memintai keterangan dua orang pejabat di bawahnya. 

      "Atas nama Warso Kabid Pasar dan Juwarnis Kasi Prasrana. Dan satu lagi adalahPrawito, ketua Paguyuban pedagang Pasar Induk Cepu. Hari ini mereka masih dalam pemeriksaan," tandasnya.

      Hingga hari ini ada 17 orang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungutan liar di Pasar Induk Cepu. Tidak ada kuasa hukum yang mendampingi dalam proses klarifikasi tersebut. Karena memang sifatnya masih tahap awal.

      "Kami terus melakukan pengumpulan keterangan," ujarnya.

      Ditanya apakah ada pihak lain yang akan diperiksa terkait kasus tersebut, Adung mengaku belum bisa memberikan kesimpulan.  

      "Jika ada nanti akan kita panggil untuk dimintai keterangan," pungkasnya.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more