Gubernur Khofifah Instruksikan Potong Gaji Untuk ZIS, Guru SMA/SMK Bergolak

Senin, 25 April 2022, Dibaca : 1456 x Editor : samian

dok SBU
Gubernur Jatim Khofifah instruksikan potong gaji untuk ZIS.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Tuban - Para guru dan tenaga kependidikan (Tendik) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dari satuan pendidikan SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Tuban, Jatim mengeluhkan adanya potongan gaji setiap bulan untuk pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS).

Ketentuan tersebut, sesuai Nota Dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Nomor : 900/1968/101.1/2022 tanggal 30 Maret 2022 yang diteken Dr Ir Wahid Wahyudi MT dengan perihal penyampaian Instruksi Gubernur Jatim Nomor : 01/INST/2021.

Baca Lainnya :

    Dalam pokok surat, dinyatakan bahwa ASN di lingkup Provinsi Jatim mendapat instruksi untuk membayar zakat penghasilan sebesar 2,5 persen melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jatim. Nilai pungutan dari surat bersifat segera itu untuk Golongan IV sebesar Rp200.000, III sebesar Rp150.000, II sebesar Rp100.000, dan Golongan I sebesar Rp50.000.

    Sejumlah guru dan Tendik yang diwawancarai menyatakan, setelah status kepegawaian mereka ikut Pemprov Jatim banyak potongan gaji. Kondisi ini berbeda dengan saat mereka bergabung dengan Pemerintah Kabupaten.

    Baca Lainnya :

      "Setelah SMA dan SMK ikut ke provinsi banyak potongan, dan seragam guru juga harus bayar. Sedangkan ikut di kabupaten tidak banyak potongan dan seragam gratis," ungkap sejumlah guru SMA dan SMK di Tuban yang enggan disebut jatidirinya karena alasan keamanan kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (25/04/2022).

      Ia menjelaskan, pembayaran zakat penghasilan sebesar 2,5 persen setiap bulan bagi ASN  yang beragama Islam telah menimbulkan gejolak di kalangan para pendidik.

      "Para guru yang ikut provinsi bergejolak karena adanya potongan ini," ujar guru lainnya di samping Tendik secara terpisah.

      Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro, Adi Prayitno, membenarkan adanya instruksi dari Gubernur yang diteruskan dalam nota dinas Kepala Dinas Pendidikan Jatim tersebut untuk menindaklanjuti surat dari Baznas. Diteruskan ke Cabdindik dan sekolah.

      Kendati demikian, saat disinggung perihal adanya gejolak dari kalangan para pendidik, pejabat yang sebelumnya dinas di Kabupaten Nganjuk itu menampik hal tersebut.

      "Tidak ada gejolak, Mas. Adem ayem menyambut Lailatul Qodar," ucap Adi saat dikonfrontir secara terpisah.

      Berkaitan hal itu, pria ramah ini menyebut, pembayaran zakat penghasilan itu sifatnya sukarela. Tidak ada paksaan dan tekanan. Pun tidak ada sanksi apabila tidak membayar.

      "Jika guru keberatan membayar zakat tidak perlu sedih, tidak membayar juga tidak apa-apa," pungkasnya.(fin)


Show more