Hampir Setahun Gedung Diklat Bojonegoro Dibiarkan Rusak

Selasa, 13 Oktober 2020, Dibaca : 843 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kerusakan Gedung B Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, tidak kunjung diperbaiki. Padahal gedung yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) itu sudah mengalami kerusakan sejak pertengahan Desember 2019.

Kerusakan terjadi akibat disapu angin puting beliung. Kerusakan meliputi pelapis dinding bagian atas rusak parah, plafon jebol, dan kaca depan pecah. Rangka penyangga plafon terlihat bergelantungan.

Baca Lainnya :

    Gedung yang menelan anggaran Rp 29 miliar dari APBD 2017 dan 2018 betuliskan "Tirto Adhi Soerjo" itu terkesan dibiarkan mangkrak. Di sekitar gedung tumbuh rumput liar menjalar. 

    "Itu rusaknya akibat terkena puting beliung. Kejadiannya bersamaan dengan dinding gedung Pemkab Bojonegoro yang terkelupas," ujar penjaga Gedung Diklat Bojonegoro, Wijianto kepada suarabanyuurip.com, Minggu (11/10/2020).

    Baca Lainnya :

      Akibat kerusakan tersebut, Gedung B sekarang ini tidak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan. Setiap kegiatan dilaksanakan di Gedung Smart Technology Building yang berada di sebelah utaranya. 

      "Sejak rusak tahun lalu, kegiatan dilaksanakan di gedung A," pungkasnya. 

      Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro, Adie Witjaksono, menyampaikan tahun 2020 ini tidak ada rencana melakukan perbaikan Gedung B Diklat. 

      "Karena itu milik BKPP," ucap Adie dikonfirmasi terpisah, Senin (12/10/2020). 

      Senada disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Nur Sudjito. 

      "Untuk Gedung B Pusdiklat, tahun ini di BKPP belum ada anggaran perbaikan," ujarnya, Selasa (13/10/2020).

      Untuk diketahui, Gedung Diklat ini dibangun di era pemerintahan Bupati Suyoto. Gedung di atas lahan yang sebelumnya menjadi lokasi program gerakan kembali  ke desa (GKD) itu awalnya akan digunakan untuk Akademi Komunitas Negeri (AKN).(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more