Harga Tanah Kilang Tuban Tembus 1,2 Juta

Kamis, 13 Februari 2020, Dibaca : 468 x Editor : teguh

Suarabanyuurip.com/teguh budi
Kordinator Proyek Kilang Tuban Kadek Ambara Jaya mengatakan, harga pembebasan tanah telah diumumkan kepada pemilik lahan.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi

Tuban – Harga tertinggi pembebasan lahan pekarangan untuk proyek Grass Root Refinary (Kilang Tuban) di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim menembus angka Rp1,2 juta per meter persegi. Sedangkan untuk lahan pertanian berkisar Rp675.000 hingga Rp860.000 per meter.

Lahan yang dibebaskan dan saat ini proses pembayaran berada di Desa Sumur Geneng sebanyak 79 bidang seluas 21,41 hektar milik 59 orang, Desa Wadung sebanyak 42 bidang seluas 10,273 hektar milik 37 orang, dan Desa Kaliuntu sebanyak 3 bidang seluas 0,562 hektar milik tiga orang.

Baca Lainnya :

    Proyek nasional Kilang Tuban kerja bareng PT Pertamina dan Rosneft dari negara Rusia senilai Rp225 triliun itu, membutuhkan lahan seluas 841 hektar. Dari jumlah lahan tersebut Pertamina telah mengantongi lahan seluas 340 hektar milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Sesuai Penentuan Lokasi (Penlok) terbaru, masih butuh membebaskan lahan lagi  di Desa Sumur Geneng seluas 210 hektar milik 398 orang, dan Desa Wadung dengan luasan 290 hektar milik 511 orang. Lahan tersebut berupa sawah ladang dan pekarangan.

    Baca Lainnya :

      Sementara itu hingga hari Rabu (12/2/2020) malam kemarin, sebanyak 124 orang pemilik lahan menyatakan cocok dengan harga dan bersedia melepas lahannya. Jumlah tersebut diperkirakan bakal bertambah, seiring munculnya ketetapan harga.

      “Harga tersebut yang menentukan adalah tim dari BPN dan KJPP (Kantor Jasa Penilaian Publik) yang telah turun ke lapangan melakukan apraisal. Pertamina taat pada undang-undang berapapun harga yang telah diputuskan kami beli,” kata Koordinator Proyek GGR Tuban, Kadek Ambara Jaya, saat diskusi di Tuban kemarin malam.   

      Menurut Kadek, sesuai UU Nomor: 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, keluarnya harga setelah dilakukan sosialisasi, pengukuran, baru kemudian penentuan harga. Sisi itulah yang musti dilakukan karena amanat dari regulasi tersebut. Pertamina hanya sebagai juru bayar, tanpa bisa melakukan negosiasi.

      “Akibat munculnya harga yang telah diputuskan, Pertamina menambah anggaran untuk pembebasan lahan Kilang Tuban sebanyak dua triliun rupiah,” kata Kadek, tanpa bersedia menyebut berapa budget yang sebelumnya disiapkan untuk pembangunan proyek multi nasional tersebut.

      Kadek yang malam itu didampingi Ahmad Triyono, dari surveyor yang dibayar Pertamina, mengatakan, penentuan harga langsung disampaikan kepada pemilik lahan pada hari Senin (10/2/2020) lalu.

      Seluruh proses pembebasan lahan dilakukan secara terbuka. Nilai harga dari masing-masing bidang yang masuk plot Penentuan Lokasi (Penlok), juga diumumkan di papan pengumuman masing-masing desa. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more