Hasil Pilkades Blok Cepu : 4 Petahana Tumbang, 2 Dikalahkan Mantan

Sabtu, 22 Februari 2020, Dibaca : 850 x Editor : nugroho

Winarto
PESTA DEMOKRASI : Penghituangan suara Pilkades Bonorejo yang akhirnya dimenangkan oleh sang mantan kepala desa.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang III di delapan desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah berlangsung Rabu (19/2/2020) kemarin. Dari delapan calon petahana yang bertarung dalam pesta demokrasi di Ladang Minyak Banyu Urip, Blok Cepu -sebutan lain Kecamatan Gayam- empat calon petahana tumbang dan empat lainnya bertahan. 

Menariknya, dua cakades petahana dikalahkan oleh sang mantan kepala desa (kades). Kedua mantan kades yang menumbangkan petahana adalah Abdul Manan dan Rachmad Aksan. 

Baca Lainnya :

    Abdul Manan mengalahkan cakades petahana Trikasih di Pilkades Sudu 2020 dengan selisih 49 suara. Abdul Manan memperoleh 906 suara, dan Trikasih dapat 857 suara.

    Abdul Manan dan Trikasih merupakan mantan rival pada Pilkades 2014 silam. Saat itu Trikasih mengalahkannya dengan selisih suara tidak terpaut jauh. Trikasih mendapatkan 870 suara. Abdul Manan memperoleh 807 suara.

    Baca Lainnya :

      Sang mantan kedua yang menumbangkan petahana adalah Rachmad Aksan di Pilkades Bonorejo 2020. Aksan, panggilan akrabnya, memperoleh 638 suara, mengalahkan Dasan-cakades petahana- yang mendapat 550 suara. Atau terpaut 88 suara.

      Aksan pernah menjabat Kades Bonorejo dua periode. Periode pertama, tahun 1990-1998, dan berlanjut di periode dua, tahun 1999-2007.

      "Saat menjadi kades pertama kali tahun 1990 umur saya 25 tahun," ujar Rachmad Aksan (56), kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/2/2020).

      Setelah itu Aksan tidak mencalonkan lagi. Aturan Pilkades saat itu hanya memperbolehkan maksimal dua periode.
      Kemudian kepemimpinan Desa Bonorejo diteruskan istrinya, Siti Rokayah. Rokayah terpilih menjadi kepala desa periode 2008- 2014. 

      Namun perjalanan politik Siti Rokayah tak semulus suaminya. Pada Pilkades Bonorejo 2 Pebruari 2014 silam, ia dikalahkan Dasan dengan selisih tiga suara. Siti Rokayah memperoleh 604 suara, dan Dasan mendapat 607 suara. 

      Akhirnya, kekalahan Siti Rokayah pada Pilkades enam tahun lalu berhasil ditebus suamianya, Rachmad Aksan di Pilkades 2020 kemarin.

      Kedua petahana lainnya yang tersungkur dalam Pilkades 2020 adalah Samad dan Sukiran. Samad adalah Cakades Ngraho, dan Sukiran Cakades Brabowan.

      Samad, cakades nomor urut 1, berhasil dipecundangi rivalnya, Muksin. Samad memperoleh 910 suara, dan cakades Muksin yang merupakan perangkat desa setempat mendapat 988 suara.

      Sementara di Pilkades Brabowan, cakades petahana Sukiran ditaklukan oleh Adi Sucipto. Sukiran mendapat 381 suara, dan Adi Sucipto mendapat 491 suara. 

      Sedangkan ke empat petahana yang bertahan di Pilkades 2020 di wilayah Kecamatan Gayam adalah Winto, Yuntik Rahayu, dan Sukono, dan Erdino Trihandoyo.

      Winto unggul di Pilkades Gayam unggul di Pilkades Gayam dengan perolehan 3.153 suara, mengalahkan rivalnya, Mochamad Hariyanto yang mendapat 1.263 suara. 

      Yuntik Rahayu menumbangkan Sandoyo di Pilkades Mojodelik. Yuntik mendapat 1.920 suara, dan Sandoyo - mantan kepala desa- hanya memperoleh 1.099 suara. Keduanya, merupakan rival pada Pilkades 2014 silam.  

      Petahana lainnya adalah Sukono, cakades Katur. Sukono mengantongi suara terbanyak dengan perolehan 1.634 suara, dan mengalahkan tiga rivalnya.

      Sementara Pilkades Beged dimenangi Erdino Trihandoyo dengan perolehan 1.302 suara. Erdino menaklukkan istrinya sendiri yang hanya mendapat 129 suara.

      Camat Gayam, Agus Haryana Panca Putra meminta masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas pascapemungutan suara hingga pelantikan kepala desa nanti.

      "Siapapun yang terpilih ini adalah pilihan masyarakat," pungkasnya.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more