Hasil Swab Beda, Security Proyek Gas JTB Dinyatakan Positif Corona

Selasa, 19 Mei 2020, Dibaca : 1597 x Editor : nugroho

dok/sbu
HOTEL GDK : MT, Security JTB sekarang ini menjalani isolasi mandiri di GDK setelah hasil swab keduanya dinyatakan positif corona


SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - MT (37), warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19, Senin (18/5/2020) kemarin, akan kembali menjalani tes swab. Dari dua kali tes swab yang dijalani hasilnya berbeda.

Hasil swab pertama yang dikeluarkan RSUD Dr Saiful Anwar Malang pada 14 Mei, MT dinyatakan negatif virus corona. Namun hasil swab kedua yang keluar dari Surabaya pada Senin kemarin pukul 17.00 Wib, pria yang bekerja sebagai skurity proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), itu dinyatakan positif. 

Baca Lainnya :

    Menanggapi perbedaan dua hasil tes swab MT, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro, Wheny Diah, menyampaikan, jika masalah tersebut di luar kewenangan instansinya. Namun, dari hasil konsultasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Provinsi Jawa Timur, disarankan untuk menggunakan hasil swab dari Surabaya.

    "Petunjuk dari Tim Gugus Tugas Provinsi Jatim, kita diminta ikuti hasil tes yang positif tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk," ujarnya kepada suarabanyuurip.com,  Selasa (19/5/2020). 

    Baca Lainnya :

      MT sekarang ini menjalani isolasi mandiri di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) di Jalan Trunojoyo Bojonegoro selama 14 hari. Dinas Kesehatan akan kembali melakukan tes swab lagi setelah beberapa hari kedepan untuk memastikan hasil selanjutnya. 

      "Kita akan ambil lagi tes swab tapi tidak sekarang. Beberapa hari lagi," tandasnya. 

      Dari hasil dari tracking (penelusuran) yang dilakukan tim gugus tugas, security beserta istri dan kedua anaknya tidak memiliki riwayat berpergian dari luar kota. Hasil rapid tes yang dilakukan terhadap keluarganya negatif.

      "Kita tangani menggunakan protokol Covid-19, yaitu isolasi mandiri," tegasnya.   

      dr Whney meminta masyarakat tidak mengucilkan dan berstigma negatif terhadap keluarga positif virus cona.

      "Mereka butuh support orang-orang di sekitar. Jangan malah dikucilkan," pesannya. 

      JTB Site Office & PGA Manager Pertamina EP Cepu, Edy Purnomo, membenarkan jika warga Begadon terkonfirmasi positif virus corona  tersebut adalah security JTB di bawah naungan mitra kerjanya. Setelah semalam dinyatakan positif, tim kesehatan Pertamina EP Cepu langsung melakukan rapid test terhadap MT, dan hasilnya dinyatakan tidak reaktif atau negatif.

      "Meski hasil rapid tesnya negatif, kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Yang bersangkutan sejak semalam melakukan isolasi mandiri di GDK, dan selanjutnya akan dilakukan tes swab lagi," ujar Edy.

      Selan itu, lanjut Edy, Tim Kesehatan Pertamina EP Cepu hari ini, Selasa (19/5/2020), juga melakukan tracking dan rapid test terhadap beberapa orang security yang pernah kontak langsung dengan MT. Sebab setelah hasil swab pertamanya dinyatakan negatif virus corona, dia sudah kembali bekerja karena tidak memiliki gejala klinis.

      "Alhamdulillah semua hasilnya negatif. Semoga hasil swab yang bersangkutan nanti juga negatif," tegas Edy.

      Sementara itu, Camat Gayam, Agus Hariana, mengaku masih menunggu informasi resmi dari Dinas Kesehatan Bojonegoro terkait status warga Begadon tersebut.

      "Yang jelas, istri dan dua anaknya sudah kita lakukan Rapid tes hasilnya negatif. Namun begitu mereka tetap menjalani isolasi mandiri di rumah," pungkas Agus.(rien) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more