Himbau Peternak Waspada Bibit Penyakit Hewan

Rabu, 02 Maret 2016, Dibaca : 937 x Editor : samian

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghimbau warga yang sebelumnya terdampak banjir dan memiliki hewan ternak agar memeriksakan hewan ternaknya usai banjir. Sebab, paska banjir biasanya rumput untuk pakan ternak masih terdapat bibit penyakit yang dibawa material banjir.

Kasi Pengamatan Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan (P4H), Dinas Peternakan dan Perikanan, Indra Firmansyah, mengatakan, usai banjir biasanya hewan ternak, baik jenis unggas, sapi maupun kambing rawan terserang penyakit.

Baca Lainnya :

    Banjir biasanya membawa bibit penyakit, menyebabkan hewan luka karena terkena material yang dibawa banjir. Sedangkan setelah banjir ancaman rumput yang mengandung zat-zat beracun, bibit cacing dan lain-lain.

    "Selain karena virus, penyakit itu rentan menyerang hewan ternak juga karena setres," ujarnya.

    Baca Lainnya :

      Beberapa penyakit yang banyak menyerang hewan ternak di Bojonegoro paling banyak adalah penyakit cacingan. Penyakit itu, kata dia, termasuk penyakit hewan menular strategis. Sedangkan penyakit individual, pada tahun 2015, demam tiga hari atau flu, menyerang 3.816 hewan ternak.

      Penyakit Gudig, 742 ekor, indigesti (gangguan pencernaan) 479 ekor, enterity (mencret), menyerang hewan ternak sebanyak 246 ekor, Tympani (kembung) 527 ekor, retensio 249 ekor, sapi melahirkan yang kandungannya ikut keluar (prolapsus uteri) 312 ekor, mastitis (radang pada puting) disebabkan infeksi 74 ekor.

      Sementara akibat banjir bandang yang terjadi pada tahun ini di Bojonegoro beberapa hewan ternak terdampak penyakit. Seperti di Desa Sugihan, Kecamatan Temayang, yang terdampak sebanyak 7 ekor. Dengan rincian 4 ekor sapi jantan dan 3 ekor sapi betina milik Jumiran.

      "Kandangnya memang dekat dengan sungai. Matinya (hewan ternak) karena tenggelam," ungkapnya.

      Selain di Temayang, banjir bandang juga menyerang hewan ternak yang ada di Desa Tambakmerak, Kecamatan Kasiman, sebanyak 209 ekor sapi, milik 139 kepala keluarga. Di Desa Tambakromo, Kecamatan Malo ada 20 rumah hewan.

      "Lima ekor sapi hanyut, milik pak Sutar, berhasil ditemukan dan masih hidup," jelasnya.

      Beberapa hewan ternak yang terdampak banjir bandang, kata dia, juga sudah mendapat suntikan dari dokter hewan yang ada di puskeswan setempat.(Rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more