Hoax Pendaftaran Kartu Prakerja Lewat Prakerja.vip, Warga Diminta Waspada

Selasa, 13 Oktober 2020, Dibaca : 280 x Editor : nugroho

Ilustrasi
Hoax Pendaftaran Kartu Prakerja Lewat Prakerja.vip.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Dua hari ini beredar informasi melalui pesan WhatsApp yang berisi ajakan pendaftaran kartu prakerja melalui prakerja.vip. Pesan tersebut tersebar ke berbagai grup WhatsApp. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) memastikan pesan itu palsu alias hoax karena kartu prakerja hanya bisa diakses melalui www.prakerja.go.id.

Pesan tersebut berisi ajakan untuk mendaftar kartu prakerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja yang kena PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Selain itu, akan mendapat bantuan sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah Iewat program prakerja. Nantinya, bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan.

Baca Lainnya :

    Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bojonegoro Joko Santoso membenarkan, pendaftaran terakhir program kartu prakerja telah ditutup 28 September 2020 lalu.

    "Informasi yang beredar di WhatsApp adalah penipuan. Karena, untuk mendaftar kartu prakerja hanya bisa diakses melalui www.prakerja.go.id saja," katanya, Selasa (13/10/2020).

    Baca Lainnya :

      Gelombang prakerja, lanjut dia, sudah ditutup 28 September lalu. Dan gelombang 10 adalah yang terakhir. Hingga kini, gelombang 11 kartu prakerja belum dibuka kembali. Karena itu dia berharap masyarakat  berhati-hati untuk tidak mudah percaya kepada informasi yang belum jelas.

      "Yang jelas itu tidak benar. Karena, setahu saya prakerja sudah selesai pada gelombang 10. Jika ingin mencari informasi bisa menghubungi Disperinaker," katanya.

      Siska Nurwati salah satu penerima pesan WhatsApp itu mengatakan, mendapat informasi ajakan pendaftaran kartu prakerja dari sebaran grup WhatsApp. Dia mengetahui kalau informasi tersebut palsu ketika link yang tersedia tidak bisa dibuka.

      "Ya, saya buka tidak bisa. Akhirnya, mendapat pemberitahuan kalau itu adalah informasi palsu," kata perempuan asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander yang kuliah di IAI Sunan Giri. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more