HPN ke 74 di Bojonegoro, Ketua PWI Jatim : Pemerintah Akan Terbitkan Regulasi Proteksi Dunia Pers

Minggu, 16 Februari 2020, Dibaca : 340 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kemajuan teknologi menjadi ancaman keberlangsungan media massa nasional. Serangan platform media digital global perlu diproteksi melalui sebuah regulasi, sehingga bisa melindungi dan memberi kepastian keberlanjutan media massa nasional.    

"Sekarang ini kemajuan teknologi menjadi kekhawatiran perusahaan media pada lima sampai 10 tahun mendatang," ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Jatim, Ainur Rohim  saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 di Gedung Bakorwil Bojonegoro, Sabtu (15/2/2020).

Baca Lainnya :

    Diungkapkan, besaran iklan di platform digitial secara global sepanjang 2019 sebesar USD 200 miliar atau sekira Rp 3 ribu triliun. Dari jumlah itu, pendapatan terbesar dinikmati oleh google, youtube, dan amazon. 

    "Oleh karena itu, pada tahun 2021 pemerintah akan menerbitkan regulasi untuk memproteksi dunia pers dari serangan platform digital," tegasnya. 

    Baca Lainnya :

      Menurut Air, sapaan akrabnya, persoalan yang dihadapi pers sekarang ini berbeda dengan pasca'98. Pers hidup ditentukan pasar, bukan pemerintah.

      "Setelah itu, pada lima tahun terakhir ini media massa mengalami persaingan dengan medsos. 99 persen perpecahan kelompok yang terjadi diakibatkan media sosial, bukan media massa," tuturnya. 

      Karena itu, lanjut dia, platform media digital perlu diproteksi. Pers nasional memiliki andil bersar mendidik masyarakat. 

      "Pendidikan non formal ini tdk bisa diserahkan kepada media sosial yang dikelola secara individu dan tidak ada yang bertanggungjawab," tegasnya.

      Air berpesan agar PWI Bojonegoro menjalankan peran kontrol secara seimbang. Karena pers di Indonesia tidak ada yang ekstrim, namun harus bisa menempatkan moderasi secara pas. 

      Di tempat yang sama, Kapolres Bojonegoro AKBP. M. Budi Hendrawan mengajak wartawan di Bojonegoro bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan tertib, serta meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang sudah terjalin baik.

      "Saluran komunikasi sekarang terbuka lebar. Semua dapat dikomunikasikan sehingga bisa tercipta Bojonegoro bahagia," tegasnya.

      Senada disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto. Ia berharap insan pers kedepan bisa menjalankan profesinya secara profesional dan proporsional. 

      "Pers memiliki andil besar dalam mempromosikan potensi-potensi Bojonegoro, dan memberitakan hal-hal positif yang bisa menginspirasi dan membangkitkan produktivitas masyarakat. Untuk itu dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dan pers," pungkasnya.

      Ketua PWI Bojonegoro, M Yazid menambahkan, HPN ke 74 di Bojonegoro ini mengusung tema "Peran Pers dalam Mempromosikan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat". 

      "Sesuai tema itu, pada peringatan tahun ini kita adakan lomba menulis essay tentang Potensi Desa. Harapannya melalui lomba ini bisa mempromosikan potensi-potensi desa yang ada di Bojonegoro," pungkasnya. 

      Puncak peringatan HPN 74 di Bojonegoro ini dihadiri Muspida, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan lembaga vertikal.(suko) 














      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more