Ibu Hamil Peserta PKH Akan Menerima Bantuan Sebesar Rp 3 Juta

Rabu, 13 Januari 2021, Dibaca : 678 x Editor : nugroho

Ist/joko kuncoro.
Koordinator PKH Dinas Sosial Bojonegoro, Sulistyowati.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Ibu hamil peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 juta yang diberikan dalam empat tahap selama setahun. Yakni, mulai Januari, April, Agustus hingga Oktober 2021.

Koordinator PKH Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Sulistyowati menjelaskan, ada tiga komponen jenis bantuan yakni kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. 

Baca Lainnya :

    "Untuk rincian ibu hamil akan menerima bantuan sebesar 3 juta dibagi dalam empat tahap. Setiap tahapnya akan menerima sebesar Rp 750 ribu. Bantuan ini disalurkan melalui bank negara seperti BNI," katanya, Rabu (13/1/2021).

    Sedangkan nilai bantuan pendidikan untuk SD sebesar Rp 900, SMP Rp 1,9 juta, dan SMA Rp 2 juta. Namun, yang menerima bantuan tersebut juga harus verifikasi. 

    Baca Lainnya :

      "Ya, ada absensinya seperti bantuan kesehatan seperti ibu hamil harus verifikasi ke polindes setempat," ungkapnya.

      Bantuan PKH ini juga akan menyasar ke lanjut usia dengan umur 70 tahun ke atas. Kemudian, penyandang disabilitas berat atau berkebutuhan khusus tidak bisa melakukan aktivitas sendiri, dan ketika melakukan aktivitas dibantuan orang lain.

      "Nilai bantuannya sama yakni sebesar Rp 2,4 juta," ujarnya.

      Dikatakan, jumlah penerima PKH di Kabupaten sebanyak 60.307 orang. Namun, data itu selalu dinamis atau berubah-ubah sesuai kondisi keluarga. Misalnya, seperti anak dalam keluarga tersebut berhenti bersekolah.

      Menurut Sulis, panggilan akrabnya, untuk menjadi peserta PKH adalah orang yang tidak mampu yang masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang mempunyai komponen kesehatan meliputi ibu hamil dan atau balita, pendidikan anak usia sekolah (SD, SMP dan atau SMA). Dan komponen kesejahteraan sosial meliputi lansia usia minimal 70 tahun dan disabilitas berat. 

      "Data penerima PKH ini dari Kementerian Sosial. Jadi kabupaten tinggal memvalidasi apakah mempunyai komponen PKH atau tidak," tegas Sulis.

      Ditambahkan, dengan adanya bantuan PKH ini masyarakat terutama di Bojonegoro bisa sejahtera. Baik dalam kesehatan maupun dalam pendidikan.

      "Harapannya dengan bantuan ini semua masyarakat bisa sehat dan cerdas," pungkas Sulis. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more