Ika Yuliana, Atlet Panahan Asal Bojonegoro Terus Berlatih Jelang PON 2021

Sabtu, 12 September 2020, Dibaca : 204 x Editor : nugroho

joko kuncoro
BERLATIH : Ika Yuliana, atlet panahan Bojonegoro terus berlatih hadapi PON 2021.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Empat anak panah bewarna hitam tampak basah oleh keringat. Bekas digunakan berlatih. Sore itu, di balik pagar hijau, di rumah Jalan Lettu Suyitno Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ika Yuliana Rochmawati sedang berlatih memanah. 

Ika bukan nama baru di dunia atlet panahan. Namanya telah malang melintang di berbagai ajang turnamen panahan dari tingkat nasional hingga internasional. Dan kini, Srikandi asal Bumi Angling Dharma itu sedang menyiapkan diri untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan.

Baca Lainnya :

    Ditemui Suarabanyuurip.com saat berlatih, Ika begitu ramah. Ia menuturkan ada cerita unik di balik kariernya di dunia atlet panahan. Ia mengaku menjadi atlet panahan karena dipengaruhi oleh film animasi.

    “Ya, karena saya suka film anime. Bayangannya keren dan menarik gitu. Ketika menjadi seorang pemanah,” katanya ditemui di rumahnya. 

    Baca Lainnya :

      Ia melanjutkan cerita, waktu itu ia duduk di bangku sekolah dasar sering diajak sang Ibunda menonton kompetisi panahan.  Ajakan itu, disambut antusias oleh Ika. Apalagi Ika suka menonton film animasi. Dan tertarik dengan karakter yang menjadikan panahan sebagai senjata membela diri.

      “Sejak saat itu, saya mulai jatuh cinta dengan panahan,” kisahnya.

      Perempuan usia 31 tahun ini kemudian membuktikan keseriusan dalam olahraga panahan tersebut. Dengan prestasi pada usia 19 tahun, Ika sudah memperkuat kontingen Indonesia di Olimpiade Beijing 2008. Sampai sekarang sudah tiga gelaran Olimpiade diikuti Ika yakni pada Olimpiade tahun 2008, 2012, dan 2016. Prestasi terbaiknya terjadi pada Olimpiade London 2012 dengan menduduki peringkat kedelapanan.

      Selain itu, Ika masih ingin masih ingin berprestasi . Dia masih rutin berlatih, untuk persiapan PON Papua tahun depan. Karena kemarin pra PON berhasil mendapat tiket untuk PON. Dalam seminggu, ia berlatih tiga hingga empat kali. Tergantung keinginan, karena fisik juga menurun.

      “Saya masih tergabung dalam Puslada Jawa Timur untuk persiapan PON,” ungkapnya.

      Sebenarnya PON dilakukan Oktober tahun ini. Karena sekarang masih dalam pandemi Covid-19 akhirnya ditunda tahun depan.   

      Ika memang sempat berhenti sebentar dalam berlatih memanah karena keadaan hamil. Ketika hamil 7 bulan ia masih sempat mengikuti kegiatan Puslatda. Waktu itu juga, ketika ingin berlatih memanah harus yang ringan-ringan saja. 

      “Ya, harus yang ringan karena sedang keadaan hamil. Seperti menggunakan busur dari kayu. Setelah melahirkan, berhenti tiga bulan karena harus istirahat,’’ katanya. (jk)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more