Imbau Warga Gayam Tak Anarkis dan Terapkan Protokol Kesehatan

Selasa, 28 Juli 2020, Dibaca : 1058 x Editor : nugroho

dok/sbu
PROTES : Forkomas Ba-Ja saat menyampaikan aspirasi di proyek Gas Jambaran-Tiung Biru beberapa waktu lalu.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau kepada warganya yang mengikuti aksi Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip - Jambaran (Forkomas Ba-Ja) tidak melakukan  tindakan anarkis.

"Silakan menyampaikan aspirasi dengan santun dan jangan lupa menjaga ketertiban," ujar Kepala Desa Gayam, Winto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (28/7/2020).

Baca Lainnya :

    Kades dua periode itu juga mengimbau agar warga yang mengikuti aksi tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona atau Covid-19. 

    "Tetap memperhatikan  protokoler kesehatan. Jangan sampe area aksi menjadi klaster baru penyebaran COVID19," pesan Winto.

    Baca Lainnya :

      Sebanyak 100 orang anggota Forkomas Ba-Ja hari ini akan melakukan aksi protes di sepanjang menuju Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

      Aksi kedua kali Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertua di daerah penghasil Migas terbesar di Indonesia, Sumur Banyuurip, Blok Cepu, akan dilaksanakan di Jalan poros umum kecamatan (PUK) Kalitidu - Gayam, mulai Desa Sumengko - Mojodelik, mulai pukul 09.00 Wib.

      Ada lima tuntutan yang diusung Forkomas Ba-Ja dalam aksinya besok. Yakni meminta Rekind melaksanakan swab test ke seluruh pekerja JBT, bertanggungjawab atas terlambatnya pembayaran tagihan vendor lokal,  menerapkan intruksi Menteri BUMN, bahwa proyek senilai 14 miliyar ke bawah harus diserahkan ke UMKM dan Kontraktor Lokal.

      Kemudian meminta adanya perombakan manajemen karena disinyalir banyak permainan dan titipan, serta harus betul-betul memberdayakan dan memperhatikan pengembangan ekonomi lokal dan tidak ada dimonopoli. 

      "Sebagai warga terdampak kami juga berhak menikmati 'roti' proyek JTB. Bukan menjadi penonton di daerah sendiri," tandas Koordinator Aksi, Sumber Purnomo melalui press rilis yang diterima suarabanyuurip.com
      Pantauan di lapangan hingga pukul 10.50 Wib, aksi belum dimulai.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more