Ini Alasan Ganjar Setuju Nama Abdurrahman Wahid Dipakai Bandara di Blora

Kamis, 24 Juni 2021, Dibaca : 526 x Editor : nugroho

Ist
Bupati Arief Rohman menyampaikan alasannya mengganti nama Bandara Ngloram jadi Bandara Abdurrahman Wahid ke Ganjar Pranowo.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman terus mencari dukungan untuk mengganti nama Bandara Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, menjadi Bandara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Keinginan Bupati Arief memakai nama Abdurrahman Wahid untuk bandara di wilayahnya disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Blora, Kamis (24/6/2021). Arief menyampaikan alasan memakai nama Gus Dur sebagai nama baru Bandara Ngloram karena selain Presiden ke 4 RI, juga merupakan Bapak Pluralisme Indonesia yang dikenal dunia.

Baca Lainnya :

    “Kita sudah komunikasi juga dengan keluarga Gus Dur. Semoga dengan kebesaran nama tokoh Gus Dur, Blora juga bisa semakin besar dan dikenal dunia," ujar Arief. 

    Bupati mengungkapkan jika Cabang Nahdlatul Ulama yang pertama di Indonesia juga adanya di Kabupaten Blora, dipimpin Mbah Maksum Kidangan Jepon. Almarhum Gus Dur juga sempat kesini sebelum beliau menjadi Presiden. 

    Baca Lainnya :

      "Mohon doanya semoga Agustus bisa selesai semua. Kita berharap nanti bisa diresmikan langsung Bapak Presiden, Pak Menteri dan Pak Gubernur,” tambah Bupati dikutip dari situs resmi Pemkab Blora.

      Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan persetujuan dan dukungannya kepada Pemkab untuk mengganti nama Bandara Ngloram menjadi Bandara Abdurrahman Wahid. Bahkan, Ganjar meminta agar nanti dibuat patung Gus Dur dengan ukuran besar di depan bandara.

      "Ya, kami setuju dan Pemprov siap mendukung agar Bandara Ngloram yang kini sedang diselesaikan di Blora ini diganti menjadi Bandara Abdurrahman Wahid (Gus Dur),” ucap Ganjar.

      Menurut Ganjar perubahan nama bandara ini merupakan langkah yang bagus. Selain untuk menghormati dan menghargai jasa Gus Dur untuk Indonesia, juga menjadi sejarah yang baik bagi Blora. Karena itu pihaknya mendukung upaya percepatan penyelesaian pembangunan terminal bandara hingga jalan masuk.

      “Saya tadi sudah diskusi dengan Bupati, Mas Arief. Beliau sudah beberapa kali lobi dengan maskapai penerbangan. InshaAllah akan segera terwujud. Bandara di Cepu Blora ini masuk salah satu PR saya yang harus segera selesai setelah Bandara Purbalingga. Ada satu lagi Bandara Dewadaru Karimunjawa,” tambah Ganjar.

      Usai acara, Bupati langsung meeting terbatas dengan Kepala UPBU Dewadaru, Ariadi Widiawan selaku perwakilan Kementerian Perhubungan, dan Kepala Satker Bandara Ngloram, Abdul Rozaq.

      Untuk diketahui, nama Ngloram yang sebelumnya dijadikan nama bandara merupakan nama desa lokasi dibangunnya Bandara. Sama halnya dengan Bandara di Purbalingga. Yang tadinya bernama Bandara Wirasaba (nama desa di Purbalingga), diganti menjadi Bandara Jendral Besar Sudirman.

      Namun untuk perubahan nama bandara telah diatur dalam Peratuan Menteri Perhubungan Nomor 39 tahun 2019 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Syarat yang diperlukan dalam pengusulan perubahan nama adalah surat dukungan dari Gubernur, DPRD Provinsi, Bupati, DPRD Kabupaten dan tokoh masyarakat sekitar bandara. Termasuk persetujuan ahli waris dari Abdurrahman Wahid.   

      “Setelah itu diusulkan kepada pak Menteri, dan seharusnya itu bisa cepat,” kata Bupati langsung meeting terbatas dengan Kepala UPBU Dewadaru, Ariadi Widiawan.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more