Inovatif, DLH Bojonegoro Olah Sampah Jadi 4 Produk Bernilai Guna Tinggi

Kamis, 12 Mei 2022, Dibaca : 635 x Editor : nugroho

joko kuncoro
INOVATIF : DLH Bojonegoro berhasil mengolah sampah menjadi empat produk bernilai tinggi, salah satumya untuk kebutuhan energi.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro terus berupaya untuk berinovasi dalam pengelolaan sampah. Sebagai langkah menuju Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di 2022, DLH telah mengolah sampah menjadi empat produk unggulan.

Empat produk dari sampah yang dikelola DLH diantaranya sampah diolah menjadi gas metana, gas metana menjadi energi listrik, sampah plastik menjadi bahan bakar solar, dan sampah daun menjadi pupuk kompos. Untuk Kompos dimanfaatkan sebagai pupuk di pusat pembibitan di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas.

Baca Lainnya :

    Proses pengolahan sampah menjadi aneka produk tersebut dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjarsari, Kecamatan Trucuk dan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle) Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota.

    Menurut Kepala DLH Bojonegoro Hanafi, inovasi mengolah sampah jadi gas metana sebagai alternatif pengganti LPG. Dari inovasi ini, gas sudah dimanfaatkan warga yang awalnya 24 KK, menjadi 44 KK pada 2022 ini.

    Baca Lainnya :

      "Penggunaan gas metana sebagai bahan baku memasak ini, menggunakan kompor khusus yang telah dimodifikasi," tuturnya.

      Tak hanya untuk memasak, gas juga dimanfaatkan sebagai energi listrik. Semula menghasilkan 1.500 watt, kini mampu menghasilkan 5.000 watt. Aliran listrik itu kini mampu menerangi lingkungan wilayah sekitar TPA Banjarsari, khususnya gedung perkantoran.

      Inovasi lain, terang Hanafi, yaitu pengolahan limbah plastik menjadi BBM solar yang kemudian dipakai untuk bahan bakar incenerator. Yakni alat yang digunakan untuk membakar limbah padat dan dioperasikan dengan memanfaatkan teknologi pembakaran pada suhu tertentu.

      “Reaktor pirolisis adalah alat yang kami gunakan untuk mencairkan limbah plastik seperti botol dan kantong plastik. Syaratnya limbah plastik dalam kondisi kering. Butuh waktu 6 jam di suhu 180 derajat. Sementara jika kondisi plastik kering maksimal, 4 jam sudah bisa cair,” jelasnya Kamis (12/5/2022).

      Sementara untuk pengolahan sampah dedaunan di TPS 3R menjadi pupuk Kombo (Kompos Bojonegoro). Produksi pupuk kombo terus mengalami kenaikan. Jika awalnya 100 kg/minggu, kini naik menjadi 600 kg/minggu. Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk seluruh taman RTH di Kabupaten Bojonegoro dan kebutuhan pembibitan di Sukowati. Yakni pusat pembibitan dari biji, batang tanaman keras dan bunga. Saat ini telah memproses 480.000 batang tanaman telah masyarakat tanam. Lebih kurang 300.000 pohon.

      “Dalam sehari, Bojonegoro menghasilkan 35,03 ton/hari sampah. Sehingga inovasi-inovasi pengolahan sampah sangat dibutuhkan untuk mengurangi limbah," terangnya.

      Dari berbagai inovasi tadi, TPA Banjarsari menjadi destinasi edukasi tema lingkungan bagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

      Dalam hal pengolahan sampah, DLH tak hanya mengolah sampah di TPA Banjarsari saja, namun juga menggalakkan bank sampah. Saat ini ada 168 bank sampah se-Kabupaten Bojonegoro.

      DLH juga mencanangkan Satu Desa Satu Bank Sampah (SDSB) sejak 2016. Selain itu, juga terbentuknya paguyuban pengepul sampah berkah dan pemulung oleh DLH Kabupaten Bojonegoro.(jk)


Show more