Itik Tawangrejo Hantar Lamongan Sabet Otonomi Award 2012

Selasa, 27 November 2012, Dibaca : 2889 x Editor : teguh

Totok Martono
TELUR ASIN : Salah satu pengembangan hasil peternakan itik adalah telur asin. Telur ini menjadi produk unggulan Lamongan.


SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan - Usaha budidaya itik para wanita asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini tidak saja mampu menyejahterakan ekonomi keluarga, namun juga prestasi di tingkat nasional. Kabupaten Lamongan pun melambung namanya setelah meraih Otonomi Award 2012, dari usaha kaum perempuan ini.

Baca Lainnya :

    Kaum wanita di Desa Tawangrejo ini bisa dibilang luar biasa. Mereka memiliki kreatifitas untuk meningkatkan penghasilan keluarganya. Lewat kelompok wanita Ternak Sumber Rejeki mereka mampu mandiri dengan budidaya ternak itik.

    “Awalnya hanya menjadi aktifitas biasa untuk mengisi waktu luang sehabis masak sambil ngemong anak,“ kata Ketua Kelompok Ternak Sumber Rejeki, Musyarofah,   kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (27/11/2012).

    Baca Lainnya :

      Aktifitas tersebut kemudian diarahkan oleh Musyarofah agar usaha ternak itik tradisional itu memberikan pendapatan lebih bagi warga.  Para wanita peternak itik ini kemudian bergabung dalam wadah kelompok ternak Sumber Rejeki.

      Sumber Rejeki merupakan kelompok kelas madya dengan jumlah anggota sebanyak 120 orang yang semuanya ibu-ibu. Sedangkan produksi tahun 2011 untuk telur mencapai 138.861 kg, daging 16.791 kg, dan DO dug sebanyak 17.700 ekor. Kemudian telur asin sebanyak 20.762 butir, serta tepung ikan (abon bebek) sejumlah 3.500 kg.

      Dalam berbagai ajang pameran, telur asin produksi peternak Sumber Rejeki sering ditampilkan sebagai salah satu produksi unggulan Kabupaten Lamongan. Geliat usaha kelompok ini mendapat simpati Pemkab Lamongan.

      Menurut Musyarofah, sejak tahun 2009 berbagai bantuan diterima kelompoknya dari pemerintah daerah.  Seperti pengolahan pakan, mesin penetas, dan bantuan itik, serta pembinaan melalui Program Gemerlap di tahun 2011.

      Populasi ternak itik di bawah binaan kelompok ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Yakni dari semula hanya 17.425 ekor di tahun 2009, naik menjadi 24.570 ekor di tahun 2010, kemudian naik menjadi 33.294 ekor di tahun 2011. Di tahun 2012 ini populasinya sudah mencapai 40.000 ekor lebih.

      Wilayah yang dikelilingi tambak menjadikan mudah dalam pengembangbiakan ternak itik ini. Selain memberi pakan dari pabrikan, peternak biasa memberikan pakan tradisional. Seperti cepret (anakan ikan), besusul (keong), dan sejenis gangang yang oleh masyarakat setempat disebut lepok.

      Karena aktifitasnya yang menonjol, kelompok peternak ini meraih penghargaan nasional berupa Invesment Government Award (IGA) tahun 2011, hingga yang terakhir mengantarkan Lamongan meraih Otonomi Award tahun 2012 kategori Khusus Pemberdayaan Ekonomi Lokal (perempuan produktif) dari The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP).

      Kasi Pemberitaan Humas Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar, mengatakan, usaha ibu rumah tangga di Desa Tawangrejo didukung penuh oleh Pemkab Lamongan. Selain di Kecamatan Turi yang memiliki populasi ternak terbesar di Lamongan, ternak itik juga dibudidayakan di Kecamatan Pucuk dengan populasi 28.363 ekor, Brondong (14.201 ekor), Kedungpring (12.407 ekor), dan Maduran sebanyak 9.855 ekor. ( tok)

               


      Ada 1 komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

      rohkim, Senin, 04 November 2013 10:32
      untuk bisa bergabung menjadi partner ternak itik ini gimana caranyabya?

Show more