Jangan Seperti Blok Cepu, DPRD : PI Blok Tuban Harus Transparan

Selasa, 07 Juli 2020, Dibaca : 310 x Editor : nugroho

dok/sbu
LAPANGAN MIGAS SUKOWATI BLOK TUBAN : DPRD Bojonegoro mengingatkan agar pengelolaan PI Blok Tuban Transparan.


SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) transparan terkait proses pengelolaan penyertaan modal (Participating Interest/PI) di Blok Tuban.

"BBS harus transparan dengan publik termasuk media dalam proses pelaksanaan PI Blok Tuban," kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, Selasa (7/7/2020).

Baca Lainnya :

    Komisi dewan yang membidangi masalah migas itu mengingatkan polemik PI Blok Cepu yang terjadi sekarang ini harus menjadi pembelajaran PT BBS dalam mengelola PI Blok Tuban supaya tidak muncul permasalahan dikemudian hari. 

    "Kuncinya adalah transparansi informasi kepada masyarakat," tegasnya.

    Baca Lainnya :

      Pihaknya mengaku belum mendapat perkembangan lagi soal PI Blok Tuban. Karena itu dalam waktu dekat akaj memanggil pihak terkait untuk membahasnya.

      "Rencananya besok kita panggil," ucap politisi PAN itu.

      Menurut Lasuri, PT BBS sudah diberi amanah oleh Bupati Anna Mu'awanah untuk mengelola PI Blok Tuban. Sehingga sudah seharusnya perusahaan plat merah itu terbuka dan memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. 

      "Termasuk bagaimana pembagian PI 10 persen dengan skema Golden Share," tegasnya.

      Komisi B berharap PI Blok Tuban segera diproses sehingga Pemkab Bojonegoro mendapatkan bagi hasil seperti daerah-daerah penghasil migas lainnya. 

      "Ini kok belum ada kabar, apa ada kendala atau bagaimana. Besok kami akan minta penjelasannya," pungkasnya. 

      Terpisah, Manager Proyek PT BBS, M Ali Imron belum memberikan jawaban. 

      Informasi yang didapat suarabanyuurip.com, PI 10% Blok Tuban dibagi empat BUMD. Yakni BUMD Bojonegoro (PT BBS); BUMD PD Migas Tuban dari Tuban; PT Gresik Migas dari Gresik; dan PT Petrogas Jatim Utama dari Propinsi Jawa Timur. 

      Keterlibatan empat BUMD tersebut sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10%. Keempat BUMD sudah bersepakat dengan prosentasenya. Yakni, untuk Bojonegoro 24,1 persen, Tuban 19,5 persen, Gresik 6,4 persen dan Provinsi Jawa Timur 50 persen.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more