Jargas Lebih Praktis, Produksi Gas Dioptimalkan untuk Kebutuhan Domestik

Minggu, 10 Januari 2021, Dibaca : 312 x Editor : nugroho

dok/sbu
DITARGET ONSTREAM 2021 : Lapangan Gas JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro yang dikelola PEPC.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Program jaringan gas (Jargas) rumah tangga dinilai lebih ekonomis dan praktis. Oleh karena itu, pemerintah akan mengoptimalkan produksi gas bumi untuk kebutuhan domestik.

Pada 2021 ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tambahan jargas sebesar 120.776 sambungan rumah tangga (SR) dan memperluas pemberian paket konverter kit Bahan Bakar Gas (BBG) 56.000 unit ke nelayan dan petani.

Baca Lainnya :

    "Di 2021 targetnya ada tambahan 120.776 sambungan rumah, sehingga total jargas terbangun mencapai 794 ribu sambungan hingga 2021," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat konferensi pers terkait Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 dan Rencana Kerja Tahun 2021 melalui keterangan tertulisnya.

    Penggunaan jargas, jelas Arifin, dinilai lebih praktis dan ramah terhadap lingkungan. 

    Baca Lainnya :

      "Saya harapkan agar dioptimalkan karena lebih praktis dan ramah lingkungan dibandingkan Bahan Bakar Minyak," tegasnya.

      Dijelaskan, pemerintah akan menggandeng badan usaha dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) agar program ini berjalan maksimal dan meringankan beban finansial negara.

      "Ke depan, kita akan meningkatkan program pemasangan jargas ini. Untuk itu, di 2021 kita akan melakukan studi ekspansi untuk menggunakan skema KPBU," tandas Arifin.

      Pada tahun 2020 dibangun jargas sekitar 135 ribu sambungan rumah di 23 kabupaten/ kota. Secara rinci dalam lima tahun terakhir sambungan rumah untuk jargas yakni, tahun 2016 bertambah sebanyak 99,1 ribu SR, 2017 sebanyak 53,7 ribu SR, 2018 sebanyak 90,2 ribu SR, 2019 sebanyak 74,5 ribu SR, dan 2020 sebanyak 135,3 ribu SR.

      Khusus untuk pemanfaatan gas di industri, pemerintah terus memberikan dukungan pembangunan pipa transimisi dan distribusi gas. 

      "Ada beberapa sarana infrastruktur gas yang harus kita selesaikan antara lain Cirebon - Semarang, Dumai - Sei Mangke serta terminal - terminal lain," Arifin menambahkan.

      Sebelumnya, pemerintah memberikan dukungan terhdapa peningkatan daya saing industri melalui penyesuaian harga gas menjadi USD6/MMBTU di plant gate dengan volume sebesar 2.601 BBTUD, dialokasikan untuk Industri Tertentu sebesar 1.205 BBTUD dan Pembangkit PLN sebesar 1.396 BBTUD.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more