Jelang Porprov Jatim 2022, KONI Bojonegoro Minta Pengurus Cabor Persiapkan Atlet

Sabtu, 18 September 2021, Dibaca : 325 x Editor : nugroho

Ist
WORKSHOP : KONI Bojonegoro menggelar workshop dan pembinaan bagi pengurus cabor jelang Porprov Jatim 2022.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, mulai melakukan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022. Salah satunya menggelar Workshop dan Pembinaan bagi cabang-cabang olahraga yang menjadi anggota KONI Bojonegoro di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pada Sabtu (18/09/2021). 

 Workshop dilaksanakan dengan menerpakan protokol kesehatan yang ketat. Dihadiri Ketua Umum KONI Kabupaten Bojonegoro Ali Mahmudi, Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Syaifuddin, Pengurus KONI Bojonegoro, dan Ketua serta Sekretaris dari 30 cabang olahraga (Cabor) yang menjadi anggota KONI Kabupaten Bojonegoro. 

Baca Lainnya :

    Ketua Umum KONI Kabupaten Bojonegoro Ali Mahmudi, dalam sambutannya menuturkan bahwa cabang olahraga memiliki posisi yang sangat strategis dalam rangka pembinaan dan pengembangan prestasi atlet di masing-masing cabang olahraga. 

    "Prestasi itu adalah performa atlet dan pelatih, namun demikian peran dan fungsi organisasi sangat berpengaruh terhadap performa atlet dalam meraih prestasi," ujarnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com. 

    Baca Lainnya :

      Ali Mahmudi juga menyampaikan bahwa kebijakan daerah maupun nasional sudah mengharuskan masing-masing cabang olahraga untuk mempersiapkan pengelolaan atlet secara modern. 

      "Oleh karena itu KONI menganggap bahwa workshop ini harus dilakukan sehingga nanti di dalam mengelola atlet dapat memperoleh prestasi sesuai target yang diharapkan oleh masing-masing cabang olahraga," tegasnya. 

      Ali Mahmudi meminta kepada masing-masing pengurus cabor untuk mulai mempersiapkan atlet-atletnya menjelang pelaksanaan Porprov Jawa Timur VII tahun 2022 mendatang. Di antaranya melakukan pendataan atlet-atlet yang potensial.  

      "Pendataan atlet ini bukan berarti bahwa yang didata nanti pasti akan diberangkatkan, namun tentunya melalui proses verifikasi dan seleksi, untuk kemudia dilakukan pemusatan latihan terhadap atlet-atlet tersebut," pesan Ali Mahmudi. 

      Ali Mahmudi mengungkapkan bahwa Pemkab Bojonegoro berencana memberikan apresiasi kepada atlet yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yaitu melalui Kartu Potensi Olahraga Bojonegoro (KPOB) yang diperuntukkan bagi anak-anak usian sekolah mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). 

      "Ini baru informasi awal saja, nanti pada waktunya dari pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga atau Dinpora yang akan memberikan penjelasan, karena kewenangannya natinya ada di Dinpora," kata Ali Mahmudi. 

      Sebelum program itu dilaksanakan, Ali melanjutkan akan dilakukan pendataan terhadap anak-anak yang berpotensi menjadi atlet berprestasi. Baik atlet atau anak-anak yang sudah berprestasi dan semua anak yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga yang berpotensi meraih prestasi. 

      "Tentu ini hal yang menggembirakan bagi kita semua, karena nantinya anak-anak kita sejak dini bisa dilakukan inventarisasi terkait bakat dan minatnya di cabang olah raga apa. Jadi nanti masing-masing cabor memiliki peran untuk melakukan pendataan," kata Ali Mahmudi. 

      Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Syaifuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sedang mengengembangkan Sport Development Index (SDI) yaitu pembangunan keolahragaan agar menjadi sebuah metode atau alat ukur yang obyektif dan valid untuk mengetahui keberhasilan pembangunan keolahragaan di Indonesia.  

      Menurut Syaifuddin, SDI dapat dijadikan acuan untuk mengetahui perilaku hidup sehat masyarakat Indonesia. Selanjutnya pemerintah dapat mengambil kebijakan mengenai pembangunan olahraga di Indonesia yang berujung pada kualitas SDM yang aktif dan unggul untuk meraih pembangunan nasional secara umum. 

      "Kebetulan kami dari Dispora bersama KONI Bojonegoro besok diundang oleh Kemenpora untuk membahas pelaksanaan Sport Development Index," kata Syaifuddin. 

      Terkait Kartu Potensi Olahraga Bojonegoro (KPOB), Syaifuddin menuturkan bahwa saat ini Pemkab Bojonegoro masih mempersiapkan regulasi atau payung hukumnya, termasuk pembentukan tim.  

      Menurutnya, nantinya yang terlibat dalam tim tersebut bukan hanya dari Dispora saja melainkan ada dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), KONI Bojonegoro, termasuk dari masing-masing Pengurus Cabang Olahraga. 

      "Jadi ini baru sepintas saja, karena perangkat hukumnya baru digodok oleh Dispora, bersama Bagian Hukum Setda Pemkab Bojonegoro, untuk membuat Peraturan Bupati terkait KPOB tersebut. Kemungkinan bantuan untuk atlet melalui program KPOB ini baru bisa direalisasikan di tahun 2022," kata Syaifudin. 

      Usai sambutan, workshop dilanjutkan dengan penyampaian materi dari 3 narasumber, yaitu Sekretaris KONI, Tony Ade Irawan, Ketua Bidang Organisasi KONI Bojonegoro Zubaidi APtnh mSH MSi, danj Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bojonegoro Aris Yuliantono MPd. (suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more