Jembatan Gayam Dibangun, Warga Keluhkan Pengalihan Kendaraan

Sabtu, 30 Oktober 2021, Dibaca : 996 x Editor : nugroho

Foto tangkap layar video
DIBANGUN : Warga Dusun Templokorejo mengeluhkan pengalihan kendaraan akibat pembangunan Jembatan Gayam.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Warga ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan pengalihan kendaraan yang melewati jalan lingkungan mereka, Sabtu (30/10/2021). Pengalihan kendaraan ini akibat adanya pembongkaran jembatan di jalan poros umum kecamatan (PUK) Sumengko - Gayam, tepatnya turut Desa Gayam (dekat tapak sumur C Banyu urip) yang sedang dilakukan pembangunan.

"Sejak tadi pagi kendaraan dialihkan lewat sini. Baik kendaraan roda dua maupun empat semuanya lewat sini. Warga jadi kaget karena tidak ada sosialisasi atau pemberitahuan lebih dulu dari kontraktor proyek," ujar warga Templokorejo yang meminta identitasnya tidak disebutkan kepada suarabanyuurip.com.

Baca Lainnya :

    Menurutnya, pengalihan kendaraan ke jalan lingkungan Dusun Templokorejo ini bisa membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak. Sebab banyak pekerja proyek Gas Jambaran - Tiung Biru (J-TB) yang menaiki kendaraan roda dua berkendara ugal-ugalan (kebut-kebutan).

    "Tadi saja sudah ada ayam warga yang mati ditabrak motor pengendara yang lewat sini," ungkapnya.

    Baca Lainnya :

      Akibat pengalihan kendaraan ini, lanjut dia, sempat terjadi kemacetan di jalan poros Desa Gayam - Beged, tepatnya mulai depan Posramil Gayam sampai pertigaan jalan lingkungan Dusun Templokorejo. Sebab, sekaran ini jalan poros Desa Gayam - Beged juga sedang dilakukan pengecoran, dan baru satu sisi yang sudah selesai.

      "Tadi terjadi penumpukan kendaraan cukup panjang. Kendaaran dari arah timur dan barat harus bergantian karena yang bisa dilewati baru satu sisi," bebernya.

      Warga lainya yang juga tidak mau identitasnya ditulis berharap agar kontraktor pelaksana proyek pembangunan jembatan Gayam membangun jembatan atau jalan darurat di samping jembatan yang sedang dibangun. Caranya, dengan membangunkan gorong-gorong.

      "Di sampingnya itu sudah ada jalan darurat, tapi tidak dibuatkan gorong-gorong. Jadi kalau hujan deras tidak bisa dilewati kendaraan," pungkasnya.

      Berdasarkan data di LPSE Bojonegoro, Pembangunan Jembatan Gayam dengan nama tender Penggantian Jembatan Katur (Sumengko - Bandungrejo) Kecamatan Gayam ini dilaksanakan oleh CV Sejahtera Teknik beralamat di Jl. Raya Margomulyo No. 269 Balen, Kabupaten Bojonegoro.

      Anggaran proyek penggantian jembatan Gayam bersumber dari APBD Bojonegoro tahun 2021. Dari pagu sebesar Rp 2.300.100.000,00, harga Penawaran Rp 1.816.578.543,34, harga terkoreksi Rp 1.816.578.543,34, dan Reverse Auction Rp 1.816.578.543,34.

      Direktur CV Sejahtera Teknik, Nandhif Ulfa A mengaku sudah membuatkan jembatan darurat di samping jembatan yang sedang dibangun.

      "Cuman kemarin hujan sangat lebat, dan sekarang lagi ada perbaikan jembatan darurat. Mungkin sehari ini selesai perbaikannya," ujar Nandhif dikonfirmasi terpisah.

      Ditanya tentang belum adanya papan nama proyek, Nandhif membantah.

      "Sudah ada di situ kemarin papan namanya. Mungkin hilang," pungkasnya.

      Siang ini pengendara kendaraan khususnya roda dua bisa melewati jembatan darurat yang dibangun oleh kontraktor pelaksana. Sehingga tidak harus melewati jalan lingkungan Dusun Templokorejo.(suko)










Show more