Kartini Bojonegoro, Perjuangan Bupati Anna di Tengah Virus Covid-19

Rabu, 22 April 2020, Dibaca : 3595 x Editor : samian

Ririn Wedia
Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Anna Mu'awanah merupakan Bupati wanita pertama di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dialah ibu dari semua masyarakat Bumi Angling Dharma (sebutan lain Kabupaten Bojonegoro).

Semangat dan perjuangan Raden Adjeng (RA) Kartini untuk menjunjung tinggi kaum hawa telah di contoh orang nomor wahid di Bojonegoro tersebut. Ketegasan dan kedisiplinan serta semangat tanpa henti dalam berjuang menjadi bukti ciri khas kepemimpinannya saat ini.

Baca Lainnya :

    Mengenal sosok mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tiga periode ini, tidak hanya dilihat dari capaiannya saat ini. Sosoknya menjadi wanita tangguh dan berani mendorongnya untuk maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018 dan berhasil menumbangkan seluruh rival politiknya.

    Seperti halnya dalam menghadapi bencana nasional darurat Virus Covid-19. Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, banyak sudah yang telah dilakukan agar Virus mematikan tersebut tidak menyebar luas di Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      Siang itu menunjukkan pukul 13.30 Wib matahari sedang terik menyinari bumi. Tidak menyurutkan langkah Anna Mu'awanah untuk melakukan kunjungan ke seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro, guna memastikan rumah isolasi bagi warga yang mudik dari luar kota mejadi tempat yang aman dan nyaman selama 14 hari.

      Memang, sejak ditetapkannya kondisi darurat bencana nasional akibat Virus Corona (Covid-19) Bupati Anna, seperti tidak kenal lelah dalam melakukan pencegahan dan penyebaran virus yang telah menginfeksi hampir sebagian manusia di dunia.

      "Sejak tanggal 15 Maret, kami langsung melakukan rapat dan konsolidasi membentuk gugus tugas pencegahan covid-19 sesuai instruksi Presiden Joko Widodo," tegasnya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (21/4/2020).

      Banyak sudah instruksi Bupati yang dikenal tegas ini dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Tidak tanggung-tanggung, enam Instruksi langsung disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada seluruh jajarannya.

      Bupati Anna juga telah mengeluarkan instruksi Nomor 2 Tahun 2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid 19).

      Instruksi tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Nomor 338/666/412.201/2020, perihal Pencegah Virus Covid-19, tertanggal 19 Maret 2020 yang ditandatangani Sekretris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah.

      Surat edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) dan Camat se-Kabupaten Bojonegoro untuk menyikapi perkembangan situasi terkini dan sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

      "Kami juga berfikir, adanya Pandemi Covid-19 ini akan berdampak pada semua aspek baik sosial dan ekonomi. Oleh sebab itu, berbagai strategi telah disiapkan," imbuh wanita yang pernah bertugas di Komisi XI (Keuangan dan Perbankan) DPR RI.

      Bu Anna, sapaan akrabnya, menyebutkan,  bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terhadap masyarakat yang mendapatkan dampak langsung adalah dengan menyalurkan bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) sebanyak 23.097 paket.

      Pemkab Bojonegoro juga telah memberikan bantuan kredit ultra mikro untuk pedagang pasar melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bagi 501 nasabah di 30 pasar tradisional. Nilai total kredit mencapai Rp1,77 miliar.

      "Kredit ultra mikro ini terutama bagi pedagang pasar yang jam jualannya dibatasi karena adanya physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus," tukas Bupati kelahiran Tuban 1968 ini.

      Bupati Anna menegaskan, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terjadi stagnan, merupakan kerjasama dari semua pihak.

      Seperti diketahui, data per Selasa (21/4/2020)  jumlah ODP dipantau pada hari ini sebanyak 38 orang. ODP selesai pemantauan secara kumulatif sebanyak 112 orang, ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 150 orang.

      Untuk status PDP tetap sebanyak 1 orang dan status positif terkonfirmasi kumulatif sampai hari ini sebanyak 4 orang.

      Untuk status Orang Dalam Risiko (ODR) sebanyak 34.929 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 185 orang.

      Keberadaan masyarakat yang menempati rumah karantina juga menjadi perhatian khusus. Dia meminta agar mereka tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk berolah raga.

      "Saya juga berpesan pada semua petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam melakukan perawatan pasien," tandasnya.

      Pada momen Hari Kartini kali ini, Bupati Anna meminta agar semua tenaga medis untuk menjaga kesehatan diri sendiri terlebih dahulu.

      Terutama jika ada PDP yang harus dirawat. Jangan memaksakan diri dan harus bergantian dalam menjaga pasien. Karena kondisi fisik seorang perempuan berbeda dengan pria, sehingga dia meminta agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah.

      "Sebelum menolong orang, kita harus menolong diri kita sendiri. Karena penyakit ini menular, jadi mereka harus waspada. Tetap berlakukan protokol Covid-19. Karena bisa jadi pasien itu menjadi OTG," pesannya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more