Kasus Korupsi Mebeler Rp4,2 M Segera Disidangkan

Berkas Tiga Tersangka Dilimpahkan

Selasa, 24 Desember 2013, Dibaca : 1124 x Editor : nugroho

ririn w
Kasi Intel Kejari Bojonegoro, Nusirwan Sahrul


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

 

Bojonegoro- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro telah menyelesaikan berkas dakwaan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mebel dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp4,2 miliar di Dinas pendidikan Bojonegoro, Jawa Timur. Berkas tersebut kemarin telah selesai dan hari ini dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Baca Lainnya :

    Kasi Intel Kejari Bojonegoro, Nusirwan Sahrul, mengatakan, berkas dakwaan dengan tersangka Yayan Sunarya dan Agus Triyono dari pihak ketiga yang merupakan oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta Budi Hariyanto selaku pemilik UD Kreasi Rapi sebagai pemenang tender proyek pengadaan dan rehab mebel di 163 sekolah penerima telah selesai dibuat.

    “Kejaksaan melimpahkan berkas dakwaan ketiga tersangka tersebut ke Pengadilan Tipikor hari ini. Dengan begitu perkara dugaan korupsi ini bisa segera disidangkan,” ujar Nusirwan Sahrul kepada SuaraBanyuurip, Selasa (24/12/2013).

    Baca Lainnya :

      Berkas ketiga tersangka dibuat terpisah. Para tersangka didakwa sesuai pasal 2 dan 3 Undang -undang Tipikor serta junto pasal 55 KUHP. Setelah berkas dilimpahkan, tersangka yang saat ini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, Surabaya akan segera menjalani sidang.

      Sebanyak enam jaksa dilibatkan dalam membuat berkas dakwaan kasus korupsi mebel di 162 sekolah dasar tersebut. Kasus ini telah menetapkan dua tersangka lagi yaitu mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kapas, Kundarto dan Petugas Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pengadaan mebel, M Eko Joko Novianto.

      Sebelum diperiksa, tersangka Yayan Sunarya bersikukuh menganggap dirinya tidak bersalah. Bahkan, ia mengaku hanya menjadi korban dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mebel tersebut.

      “Saya tidak bersalah. Saya hanya dijadikan korban dalam kasus ini,” ujarnya.
       
      Kasus dugaan korupsi pengadaan mebel di 162 sekolah dasar dari DAK tahun 2012 senilai total Rp4,2 miliar ini diduga merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 miliar. Kasus ini terkuak setelah pengadaannya melebihi batas yang telah ditentukan. Seharusnya, pengadaan mebel ini selesai pada 31 Desember 2012. Namun hingga batas waktu yang ditentukan masih ada sekolah yang belum menerima mebel tersebut.(rien)

       



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more