Kebutuhan Air Proyek Gas JTB 100 Meter Kubik/Hari

Kamis, 25 Juni 2020, Dibaca : 209 x Editor : nugroho

ririn wedia
Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zaenal Arifin.


SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro - Pengambilan air Sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas ( Engineering, Procurement, and Construction - Gas Proccesing Facilities (EPC-GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan tidak mempengaruhi debit air, meski memasuki musim kemarau.

"Karena debit air yang sekarang ini digunakan untuk proyek masih sangat sedikit, yakni 100 meter kubik per hari," kata Site Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zaenal Arifin, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (25/6/2020).

Baca Lainnya :

    Dijelaskan di lokasi proyek telah disediakan tempat penampungan air atau pond berbentuk kolam berukuran besar atau seluas 1 hektar. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan proyek.

    "Seperti start up, kebutuhan harian, hidro tes dan sebagainya," imbuhnya.

    Baca Lainnya :

      Kebutuhan air untuk proyek gas JTB akan mengalami puncaknya pada Januari 2021 mendatang. Yakni sebanyak 300 sampai 350 meter kubik per hari. Air tersebut ditampung di pond dengan kapasitas menampung air sebayak 20.000 meter kubik. 

      "Ada tiga pond di lokasi untuk menampung air," tegasnya.

      Pengambilan air dari sungai Bengawan Solo untuk proyek gas JTB sudah sesuai kontrak dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro senilai Rp15.000 per meter kubik. Kebutuhan air digunakan selama 10 jam beroperasi.

      "Operasi kita sekitar pukul 17.00 wib sampai 4.30 Wib," pungkasnya.

      Air Sungai Bengawan Solo dialirkan menuju lokasi proyek GPF JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, melalui pipa sepanjang 10 kilo meter (KM) dari tandon milik PDAM di Desa Punggur, Kecamatan Purwosari.(rien)




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more