Kekeringan Bojonegoro Meluas, 28 Desa Ajukan Bantuan Air Bersih ke BPBD

Rabu, 30 September 2020, Dibaca : 165 x Editor : nugroho

dok/sbu
KRISIS AIR BERSIH : Warga di Bojonegoro sedang antre air bersih bantuan BPBD untuk kebutuhan sehari-hari.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro  - Wilayah kekeringan di Kabupaten Bojonegoro terus meluas. Kini, sebanyak 28 desa telah mengajukan dropping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Diperkirakan desa kekeringan akan terus meluas.

Kepala BPBD Bojonegoro Nadief Ulfia mengatakan, kemungkinan ada pertambahan pengajuan dropping air bersih. Meskipun sudah masuk musim peralihan, namun turunnya hujan tidak terlalu sering.

Baca Lainnya :

    “Ya, kemungkinan akan bertambah,” katanya, Rabu (30/9/2020). 

    Dia menjelaskan, Bojonegoro sudah memasuki musim pancaroba. Diprediksi puncak peralihan musim kemarau ke musim penghujan akhir Oktober. Selain itu, perubahan cuaca sulit diprediksi. 

    Baca Lainnya :

      “Kekeringan saat ini tidak terlalu meluas. Karena, sudah memasuki musim pancaroba,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Menurut dia, pada 2019 lalu ada 79 desa dari 22 Kecamatan di Bojonegoro mengalami kekeringan. Sedang pengajuan drooping air bersih pada musim kemarau 2020, hingga September ini, ada 28 desa dari 13 kecamatan.

      "Memang tak sebanyak tahun lalu," ungkapnya. 

      Dia mengatakan, 28 desa itu di antaranya Desa Sumberrejo, Desa Margoagung, Desa Butoh di Kecamatan Sumberrejo. Sedangkan, di Kecamatan Ngasem ada Desa Ngasem, Desa Butoh, Desa Jelu, Desa Kolong, Desa Ngadiluweh, Desa Bareng dan Desa Wadang.

      “Semoga tak bertambah lagi desa yang mengajukan dropping air bersih karena kekeringan,” ujarnya. (jk)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more