Kekeringan Meluas, 40 Desa di Bojonegoro Ajukan Bantuan Air Bersih

Jum'at, 16 Oktober 2020, Dibaca : 191 x Editor : nugroho

joko kuncoro
ANTRE : Warga di salah satu desa di Bojonegoro sedang antre air bersih bantuan BPBD.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Meski sudah mulai memasuki musim peralihan, desa kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus meluas. Hingga kini, sebanyak 40 desa telah meminta bantuan dropping air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala BPBD Bojonegoro, Nadief Ulfia mengatakan, jumlah itu semakin bertambah karena kondisi alam masih belum menentu. Akibatnya, sejumlah desa masih ada yang kekeringan.

Baca Lainnya :

    "Ya, semoga tidak terus bertambah," katanya, Jumat (16/10/2020). 

    Dia menjelaskan, BPBD Bojonegoro Kamis lalu melakukan kegiatan distribusi air bersih di  wilayah terdampak kekeringan. Sehingga total air bersih yang didistribusikan mulai 7 September hingga 13 Oktober 2020 sebanyak 613 tangki air bersih. 

    Baca Lainnya :

      Sementara itu,  lanjut dia, jumlah desa yang memengajukan bantuan air bersih hingga hari ini sebanyak 69 dusun 40 desa di 16 Kecamatan. Sebagai bentuk antisipasi kekeringan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui BPBD Bojonegoro menyiapkan 1.000 tangki air yang akan didistribusikan di wilayah terdampak kekeringan.

      Dia mengatakan, hingga kini desa yang terakhir mengajukan dropping air bersih adalah Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, dan Desa/Kecamatan Ngasem. Namun, tidak bisa diprediksi apakah pengajuan dropping air bersih akan bertambah atau tidak. 

      "Karena, ketidakmenentuan musim," jelasnya ditemui di kantor. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more