Kelola PI Blok ADK, Pemprov Jateng dan Pemkab Blora Sepakat Bentuk BUMD

Sabtu, 28 November 2020, Dibaca : 249 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
SEPAKAT : Pemprov Jateng dan Pemkab Blora sepkat membentuk BUMD baru untuk mengelola PI AFK.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora sepakat melakukan pengelolaan penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10% Blok Alas Dara Kemuning atau ADK. Keduanya bakal membentuk satu perusahaan baru.

Pemprov Jateng dan Pemkab Blora telah menandatangani berita acara kesepakatan penunjukan BUMD pemegang PI wilayah kerja ADK, pada Jumat (27/11/2020) dii Biro Perekonomian Setda Pemprov. 

Baca Lainnya :

    Kepala Subbagian Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda Blora,Tulus Prasetya menjelaskan, berdasarkan berita acara PT Jateng Petro Energi (Perseroda) yang sahamnya 100% dimilki Pemprov Jateng sebagai penerima PI wilayah ADK.

    Selanjutnya secara internal Pemprov Jateng melalui PT Jateng Petro Energi bersama BUMD Blora membahas sharing PI dengan membentuk Perusahaan Perseroan Daerah (PPD).

    Baca Lainnya :

      "Ini sesui peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI 10% pada wilayah kerja Migas," ujar Tulus kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/11/2020). 

      PT Jateng Petro Energi dan BUMD Blora akan lebih dulu melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai dasar pembentukan PPD sesuai ketentuan yang berlaku.

      Tulus belum bisa menjelaskan lebih detail pengelolaan PI ADK. Apakah BUMD Blora nantinya menggandeng investor atau memakai sistim golden share (saham kosong). 

      "Kalau soal ini masih panjang prosesnya. Kita ikuti saja prosesnya," pungkasnya. 

      Senada disampaikan Plt Dirut BPE, Awan Pradiksa. Ia juga belum bisa memastikan sistim yang digunakan dalam pengelolaan PI ADK.

      "Mohon maaf saya belum bisa memberikan komentar banyak. Pada intinya tetap mengacu Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016," kata Awan.(ams)





      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more