Kesiapan SDM Jadi Tantangan Pengembangan Infrastruktur Migas

Jum'at, 10 Juli 2020, Dibaca : 189 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Webinar Kesiapan SDM untuk mendukung infrastruktur migas dalam mewujudkan ketahanan energi.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Indonesia sekarang ini sedang bersiap mengejar kedaulatan energi. Sehingga laju pertumbuhan ekonomi dan energi kembali bisa digenjot.

Terbukanya proyek- proyek pembangunan infrastruktur migas merupakan pintu gerbang kemandirian energi. Mulai dari penyediaan energi listrik 35 ribu megawatt, pembangunan transmisi dan distribusi gas, pembangunan jaringan gas rumah tangga, pembangunan storage unit, pembangunan kilang, hingga pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas.

Baca Lainnya :

    Untuk menyelesaikan proyek- proyek besar tersebut, pemerintah juga mengalami kendala karena wilayah Indonesia sangat luas sehingga setiap daerah mempunyai perbedaan geografi dan demografi. 

    "Tantangan lainnya adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) karena kunci sukses dari berhasilnya pembangunan infrastruktur salah satunya bergantung pada kesiapan SDM," kata Pelaksana Humas PPSDM Migas, Nurchalim, Kamis (9/7/2020). 

    Baca Lainnya :

      Menurut dia, tantangan dan pengembangan dan kesiapan SDM dalam infrastruktur Migas menjadi hal menarik untuk dibahas dalam Webinar yang laksanakan PPSDM Migas pada Selasa (7/7/2020) lalu. 

      "Narasumber yang kompeten juga ikut hadir mengupas tuntas problematika infratruktur ini," ujar Nuechalim salam keterangan tertulisnya.

      Di antaranya Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi, Alimudin Baso. Pada kesempatan itu,  Baso memberikan gambaran kebutuhan tenaga kerja, untuk kegiatan perencaan jargas pada tahap PPK FED-DEDC. Pada tahap ini, perlu  adanya ahli muda gas bumi dengan personil utama yaitu tenaga ahli mesih/mekanikal, tenaga ahli proses/distribusi gas, tenaga hali instrmentasi, geodesi sipil dan K3. 

      “Dalam prognosa kami, proyeksi kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan jargas di lapangan per bulan Maret 2020 mempunyai komposisi 27% skill, 44% semiskill dan 29 unskill dengan kurang lebih 8.199 tenaga kerja,” jelas Baso.

      Sementara, Vice President Reliability and Project Development PT. Pertamina, Aduward Adolof Kawi, menyampaikan tentang pengembangan infrstruktur hilir migas. Untuk investasi strategis di hilir ini, menjadi mendukung program pemerintah dalam menggerakkan perekonomian Indonesia.  Berupa penambahan kapasitas tangki bari BBM 164 ribu KL sehingga menjadi 6,1 juta KL dan pada tahun 2026 menjadi 7,2 KL.

      Begitu juga  revitalisasi sarana tambat. Yang pada tahun ini akan terjadi penambahan 49 saran tambat sehinga total terdapat 74 dan pada tahun 2026 menjadi 145.

      “Pembangunan infrstruktur pipanisasi juga akan terdapat penambahan dengan terget akhir di tahun 2026 adalah 3.767 km,” imbuh Kawi.

      Adapun Direktur PT Amaranza Energy International, Pudjo Suwarno, menjelaskan  tentang target Bauran energi. Yang pada saat ini pada kondisi 38% pada porsi minyak bumi, 33% batubara, 19% gas bumi dan 8% energi terbarukan dengan adanya target di tahun 2025 menjadi 25% minyak bumi, 30% barubara, 22%ngas bumi dan energi terbarukan sejumlah 23%. (Adv/ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more