Kolam Renang Tirto Mangu Tunjang Wisata Edukasi Gerabah Rendeng

Senin, 02 November 2020, Dibaca : 751 x Editor : nugroho

ekopurnomo
MASIH SEPI : Pemilik Kolam Renang Tirta Mangu, Radi Amir meminta kepada pengunjung patuh protokol kesehatan.


SuaraBanyuurip.com -  Ekopurnomo

Bojonegoro - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum pasti kapan berakhirnya membuat desatinasi wisata sepi. Dampaknya, pengelola wisata terpaksa merogoh uang pribadi untuk biaya perawatan dan keamanan.

Kondisi tersebut terjadi di Kolam Renang Tirto Mangu di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Baca Lainnya :

    Kolam Renang Tirta Mangu merupakan wanaha bermain air, dan sarana olah raga. Selain itu juga menjadi  tempat liburan, dan edukasi belajar anak-qnak PAUD-TK-SD/MI.

    Sebelum pandemi berlangsung, mereka rutin datang ke kolam renang. Namun sejak minggu ke tiga Maret 2020, kolam renang ditutup sementara. 

    Baca Lainnya :

      Menurut pemilik Kolam Renang Tirto Mangu, Radi Amir, penutupan sementara kolam renang karena mengikuti aturan pemerintah. Kolam renang akan dibuka kembali setelah kondisi benar-benar sudah normal.

      "Ini sebegai bentuk ketaatan kami kepada aturan pemerintah," tegas pria yang menjabat Kepala Desa Ngujung, Kecamatan Malo itu kepada suarabanyuurip.com, Senin (2/11/2020).

      Radi Amir mengungkapkan, keberadaan wahana wisata kolam renang miliknya sudah menjadi pilihan para pelajar, dan masyarakat umum. Bukan hanya warga Rendeng dan Ngujung, tapi pelajar di wilayah Malo dan Kecamatan Kasiman banyak berdatangan. 

      "Jika nanti kondisi sudah benar benar normal, tentu akan kami tambah fasilitas, termasuk kereta mini /tayo untuk antar jemput pengunjung," tutur mantan Anggota DPRD Bojonegoro tiga periode itu.

      Menurut Radi Amir, keberadaan kolam renang ini bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Rendeng. Termasuk memberikan kontribusi kepada Karang Taruna setempat untuk mengelola parkir.   

      "Kolam renang ini juga sebagai penunjang wisata edukasi Gerabah Rendeng. Pengunjung bisa datang ke kolam renang setelah belajar membuat gerabah," pungkasnya.

      Wisata Edukasi Gerabah Rendeng terus mengalami kemajuan pesat. Sejumlah fasilitas dikembangkan. Salah satunya melalui program pengembangangan dari operator migas Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

      Program pengembangan yang digulirkan berupa pemberdayaan masyarakat desa dengan kegiatan pengembangan area wisata, modernisasi alat dan peningkatan sumber daya manusia. Serah terima dilaksanakan dengan menyerahkan alat putar gerabah, rak kayu, pengeras suara, etalase dan celemek. 

      “Program ini akan membantu dalam meningkatkan perekonomian warga baik dari aspek jual beli gerabah maupun aspek lain dalam ranah pariwisata," ujar Camat Malo, Djamari.(eko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more