Komisi B DPRD Bojonegoro Gelar Raker dengan PT Rekind

Rabu, 11 Mei 2022, Dibaca : 844 x Editor : samian

Arifin Jauhari
RAKER : Komisi B DPRD Bojonegoro saat melakukan rapat kerja dengan PT Rekind di ruang paripurna dewan.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, gelar rapat kerja (Raker) dengan kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) di ruang paripurna dewan, Rabu (11/05/2022).

Hadir dalam rapat, pihak Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, Lasuri, Sally Atyasasmi, Didik Purnomo, dan Doni Bayu Setiawan. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Bojonegoro, Sahudi.

Baca Lainnya :

    Pjs General Manager Gas Jambaran-Tiung Biru, Ruby Mulyawan mengatakan, proyek JTB progresnya tinggal tersisa sekira 3 persen. Paling lambat bulan Juli-Agustus diharapkan telah selesai. Sedangkan untuk menyelesaikan proyek tersebut, tidak bisa lepas dari kewajiban tanggungan yang harus diselesaikan oleh kontraktor pelaksana kepada vendor.

    Jika belum terselesaikan maka pekerjaan yang tersisa 3 persen itu tentu akan terkendala. Pihaknya berharap, kondisi yang dikuatirkan oleh para rekanan bahwa proyek akan selesai, sementara tanggungan belum terselesaikan kecil kemungkinan hal itu akan terjadi.

    Baca Lainnya :

      "Karena memang salah satu kondisi yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan sisa 3 persen tersebut adalah terus untuk mengerjakan pekerjaan yang tentunya terkait dengan pelunasan tanggungan yang ada," katanya.

      Sementara itu, Project Manager PT Rekind Budi Prianto menyampaikan, saat ini penyelesaian tanggungan kepada vendor belum bisa dilakukan. Masih ada outstanding payment kepada lokal sub kon. Diakui pembayaran dari Pertamina di akhir project lancar, namun ia menyebut terdapat beberapa kendala yang dialami Rekind.

      Adanya Covid-19 berdampak pada perpanjangan waktu. Yang jika dihitung sejak keluar kontrak hingga saat ini sudah mencapai 1 tahun. Dan juga disebabkan karena ada pekerjaan tambahan.

      Kedua hal itu disebut berdampak pada financial Rekind. Sehingga pihaknya dengan PEPC sedang berproses bagaimana untuk mendapatkan approval atau persetujuan pekerjaan tambahan dan perpanjangan waktu.

      Dengan proses sambil berjalan itu, ia mengaku secara bertahap setiap ada dana selalu disisihkan semaksimal mungkin terutama untuk rekanan lokal. Karena ia melihat peran warga lokal Bojonegoro dalam mensupport Rekind sangat penting.

      "Kami pasti selesaikan, paling lambat bulan Juli 2022, terutama untuk vendor dan sub kon lokal sini. Dalam istilah wayangnya kami tidak akan tinggal glanggang colong playu. Kami masuk dengan kulanuwun baik. Tentu juga akan berpamitan dengan baik," tegasnya.

      Menanggapi Rekind, pimpinan rapat, Sahudi memberikan penekanan agar hal itu betul-betul segera dituntaskan. Karena adanya gejolak pada vendor dan sub kon lokal. Mengingat kemampuan funding pada vendor dan sub kon tentunya berbeda-beda.

      "Ini kabar baik bagi vendor, tetapi saya meminta agar betul betul pihak yang punya tanggungan untuk melunasinya," ujarnya.(fin)


Show more