Komisi C DPRD Bojonegoro Kunjungi Kantor PEPC

Jum'at, 13 Desember 2019, Dibaca : 700 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko 

Bojonegoro - Aggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan kunjungan di Kantor PT Pertamina EP Cepu (PEPC) pada hari Rabu, 12 Desember 2019.

Kunjungan wakil rakyat tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai perlindungan ketenagakerjaan bagi para pekerja di Proyek Pengembangan Gas Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB). Rombongan Komisi C tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, Mochlasin Afan, didampingi oleh Wakil Ketua, Ahmad Sunjani.

Baca Lainnya :

    Hadir dalam kunjungan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Agus Supriyanto beserta staf dan dari BPJS Ketenagakerjaan Budi Santoso, perwakilan main contractor Rekayasa Industri – JGC Corporation – JGC Indonesia (RJJ), Zainal Arifin, PDSI Renaldi, beberapa perwakilan sub contractor, perwakilan GPF, Drilling dan Human Capital PEPC.

    Dalam sambutannya, JTB Site Office & PGA Manager, Kunadi, menyatakan rasa senangnya atas kunjungan kerja Komisi C DPRD Bojonegoro ke Kantor PEPC.

    Baca Lainnya :

      Kunadi menjelaskan, bahwa ini merupakan salah satu kesempatan baik untuk dapat menyambung silaturahmi dan mempererat komunikasi antara DPRD sebagai perwakilan masyarakat Bojonegoro dengan dunia migas.

      "Khususnya Proyek Jambaran-Tiung Biru," kata Kunadi melalui pres rilis yang diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (13/12/2019).

      Senada disampaikan Ketua Komisi C Moehlasin Afan karena bisa bersilaturahmi dan bersinergi dengan jajaran PT Pertamina EP Cepu bersama kontraktornya.

      Dalam sesi diskusi, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh anggota Komisi C, antara lain oleh Ahmad Sunjani dari Fraksi PKB, Ahmad Supriyanto dari Golkar dan Maftukhan dari Fraksi Gerindra.

      Sunjani berharap adanya realisasi penghijauan dan peningkatan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi proyek JTB. Sedangkan Supriyanto juga berharap adanya peningkatan kualitas jalan di sekitar wilayah operasi Proyek JTB.

      Sementara itu Budi Santoso dari BPJS Ketenagakerjaan mengharapkan adanya koordinasi yang lebih baik dalam hal pengelolaan BPJS ketenagakerjaan. Khususnya bagi pekerja lokal Bojonegoro.

      Salah satu Anggota Komisi C, Maftukan, mengharapkan adanya kejelasan mengenai prosedur rekrutmen di Proyek JTB yang selama ini menjadi satu pintu melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

      "Semoga semakin banyak warga sekitar lokasi proyek yang dilibatkan bekerja di Proyek JTB," sambung pria asal Desa Pelem, Kecamatan Purwosari ini.

      Menurut Site Manager Rekind, Zainal Arifin, prosentase untuk penyerapan tenaga kerja lokal proyek JTB saat ini sekitar 69% dari total pekerja sekitar 2400 orang, dan kedepan tahun 2020 jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan bertambah banyak seiring dengan peningkatan volume pekerjaan.

      Proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru terdiri dari beberapa scope of work. Antara lain pengembangan empat sumur di Jambaran East, dua sumur di Jambaran Central, pengerjaan pipa pengumpul sepanjang 6,6 km, pengerjaan Gas Processing Facility (GPF) yang telah mencapai sekitar 42%, antara lain pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan CPF Lapangan Banyu Urip.

      Pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas dan juga pembangunan infrastruktur dan pendukung operasi seperti perkantoran, gudang, bengkel, rumah ibadah dan perumahan.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more