Komisi C DPRD Bojonegoro Kunker ke EMCL Bahas PPM

Selasa, 14 Januari 2020, Dibaca : 471 x Editor : rozaqy

Ist
Komisi C DPRD Bojonegoro Saat Membahas PPM di Ruang Pertemuan Visitor Center PB14 EMCL


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro -  Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lapangan Banyu Urip yang dioperatori Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (14/1/2020).

Pada kesempatan itu, Komisi C ingin mengetahui pemetaan pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) atau dikenal juga dengan istilah Community Development.

Baca Lainnya :

    Kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik. DPRD Bojonegoro ingin mengetahui kegiatan PPM yang akan dilaksanakan oleh EMCL di tahun 2020. 

    Pertemuan digelar di Ruang Pertemuan Visitor Center PB14. Rombongan ditemui oleh External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin bersama Tim  Penanggungjawab Program. 

    Baca Lainnya :

      Dalam paparannya, Ichwan menyampaikan bahwa saat ini produksi minyak di Lapangan Banyu Urip mencapai lebih dari 220.000 barrel per hari (bph). Jumlah tersebut memberikan kontribusi lebih dari 25 persen produksi minyak nasional.

      Sementara itu, Ketua Komisi C, Mochlasin Affan menanyakan pemetaan secara detail terkait teknis pelaksananaan PPM yang akan dilakukan oleh EMCL ke depan. 

      “Kami mendengar ada wacana bahwa program kemasyarakatan akan satu pintu melalui pemerintah kabupaten. Nah, kami ke sini untuk mendapat penjelasan agar kami punya bahan untuk diskusi dengan BAPPEDA nanti,” katanya.

      Disampaikan Ichwan, dalam satu tahunnya, PPM dilaksanakan melalui mekanisme persetujuan SKK Migas sebagai regulator, mewakili Pemerintah Indonesia. Secara umum, PPM difokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi.

      "Karena untuk mendorong akselerasi masyarakat, tiga faktor ini perlu ditingkatkan," imbuh Ichwan.

      Pada bidang pendidikan, dilakukan pelatihan peningkatan kualitas mengajar melalui Pusat Belajar Guru (PBG). Selain itu, pemanfaatan media digital juga dikembangkan sebagai media belajar siswa. 

      Sementara itu dari sisi kesehatan, masalah yang banyak ditemui di masyarakat adalah kurang tersedianya air bersih. Dalam hal ini pihak EMCL melatih masyarakat dalam mengelola air bersih, sekaligus membangun menara tandon air bersih sebanyak 31 unit yang disalurkan ke rumah-rumah. Fasilitas ini dikelola secara mandiri dan profesional oleh masyarakat layaknya PDAM. 

      "Kami juga membangun Puskesmas type C di Gayam," tandasnya.

      Selanjutnya dari sisi pengembangan ekonomi dilakukan pengembangan koperasi dan biogas serta pengembangan perempuan melalui pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan sosial.

      Dalam melaksakan PPM, EMCL dan SKK Migas berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten setempat agar sinkron dengan program pembangunan daerah.

      "Soal koordinasi dengan BAPPEDA, belum ada pembahasan lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan dan lain-lain," imbuhnya.

      Ditambahkan, jika tidak ada perubahan aturan dari pemerintah, maka penyaluran PPM akan tetap dilaksanakan seperti sebelumnya. 

      Rencananya, awal tahun ini akan mengundang sejumlah mitra non profit yang berkompeten dibidangnya. Lembaga-lembaga yang bergerak di pemberdayaan masyarakat ini diberi kesempatan untuk menyampaikan ide dan gagasan program. 

      Nantinya akan ada proses seleksi mitra untuk kerjasama dengan EMCL dalam pelaksanaan program ini. Tujuannya agar program yang dijalankan tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan.(rien)

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more