Komisi I DPR RI Gelar Seminar Waspada Berita Hoax

Senin, 30 September 2019, Dibaca : 626 x Editor : samian

Ririn Wedia
SEMINAR : Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha saat memaparkan berbagai hal berita hoax disosialisasi Redesain USO.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Maraknya berita-berita hoax yang terus terjadi belakangan ini, membuat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) prihatin. Untuk memberikan pemahaman masyarakat, komisi yang lingkup tugasnya di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen ini menggelar Sosialisasi Redesain USO (Universal Service Obligation) dengan tema "Waspada Berita Hoax di Tahun 2019" di Bojonegoro, Minggu siang, (29/9/2019).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha, mengimbau kepada masyarakat agar bijak dan cermat dalam menggunakan media sosial seiring dengan maraknya berita-berita hoax yang terjadi belakangan ini.

Baca Lainnya :

    "Masyarakat perlu bijak dan cermat baik dalam menggunakan media sosial maupun menerima informasi. Jangan diterima mentah mentah setiap informasi yang diterima perlu dicek kebenarannya," kata Satya Widya Yudha, diacara sosialisasi.

    Di akhir pengabdiannya sebagai anggota DPR RI ini, dia ingin terus memberikan manfaat kepada masyarakat, serta menjembatani pemerintah terkait banyaknya berita hoax, masalah viral, serta ujaran kebencian yang ujungnya mengarah pada perpecahan.

    Baca Lainnya :

      "Tujuannya supaya masyarakat faham dan tidak mudah terprovokasi dengan banyaknya berita-berita bohong atau hoax," ujar politisi asal Partai Golkar ini.

      Satya Yudha juga menyinggung soal rencana pengesahan Undang-Undang (UU) KUHP yang sudah ada sejak 101 tahun yang lalu. Kata dia, sampai hari ini masih belum banyak masyarakat yang belum tahu tentang multitafsir dari pasal-pasal KUHP yang direvisi.

      "Dengan sosialisasi ini masyarakat kami harapkan tahu. Karena pada prinsipnya isi dari KUHP itu adaah hak-hak masyarakat akan lebih terlindungi dan dijaga," ucapnya.

      Sosialisasi yang dihadiri ratusan peserta itu menghadirkan nara sumber Drs. Henri Subiakto, pejabat eselon I Kominfo RI. Para peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi tentang pencegahan berita-berita hoax.

      Pemerintah terus berupaya untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif.

      "Kami dari Kementerian Kominfo telah menutup lebih dari 2.000 situs yang berkonten hoax, ujaran kebencian dan konten-konten yang berbau provokasi," ujar Henri menambahkan. (rien).


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more