Koperasi dan UMKM Bojonegoro Berbagi Strategi di Tengah Pandemi

Rabu, 22 Juli 2020, Dibaca : 168 x Editor : nugroho

dok/sbu
TINGKATKAN SDM : UMKM Bojonegoro saat dilatih cara pemasaran online. Kegiatan dilaksanakan sebelum pandemi.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro -  Pendemi virus corona atau Covid-19 yang berlangsung sampai saat ini berdampak di berbagai sektor. Tak terkecuali usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Butuh strategi agar usaha yang dijalankan tetap bertahan.

Kondisi tersebut diangkat dalam webinar bertajuk "Merawat UMKM dan Koperasi di Masa Pandemi" yang digelar Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Yayasan SATUNAMA, Rabu (22/7/2020). Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional Ke-73.

Baca Lainnya :

    Hadir sebagai pembicara dalam diskusi, Setyo Yuliono Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Sally Atyasasmi Ketua Komisi B DPRD, Irawan Harahap Ketua Sentra Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru dan Ngatidjo Penulis Buku Pendampingan UMKM.

    Acara dilangsungkan melalui webinar zoom dan dihadiri oleh perwakilan koperasi dan UMKM yang ada di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Diantara yang hadir yakni Koperasi Produsen Agribisnis (KPA) Makmur Bersama Bojonegoro, Koperasi Pemuda Mandiri (KPM) Gayam, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rajekwesi, Koperasi Serba Usaha Bumi Ronggolawe (KBRM), Pusat Inkubasi Bisnis (PIB), dan LSM Ademos.

    Baca Lainnya :

      Mengawali diskusi ini, External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin membuka acara dengan menyampaikan apresiasi kepada koperasi dan UMKM yang tetap bertahan meski diterpa pandemi. 

      Ichwan menyampaikan sebuah usaha dapat terus berkelanjutan tak lepas dari usaha dari anggotanya untuk terus maju.

      "Sebuah usaha dapat terus bertahan dan sustain apabila dapat terus meningkatkan pelayanan, menjaga akuntabilitas dan terus berinovasi," tutur Ichwan.

      Serupa disampaikan oleh Setyo Yuliono, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bojonegoro. Pria yang akrab disapa Pak Nanang ini menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap kepedulian EMCL kepada pelaku usaha mikro dengan memfasilitasi kegiatan ini.

      "Kegiatan positif yang diinisiasi EMCL dan Yayasan SATUNAMA ini diharapkan dapat membangun optimisme pelaku usaha," ungkap Nanang.

      Dalam diskusi ini kedua pembicara menyampaikan potensi dan peluang usaha di tengah pandemi. Tak hanya itu akses permodalan juga disampaikan dalam diskusi ini. 

      "Strategi pendampingan yang baik akan membantu UMKM dan Koperasi untuk tetap bertahan," sambung Ngatidjo.
      Acara ditutup dengan para pelaku koperasi dan UMKM berbagi strategi mereka dalam menghadapi pasar di tengah pandemi.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more