Korban Pembebasan Lahan Kilang Tuban Unjuk Rasa

Senin, 24 Januari 2022, Dibaca : 845 x Editor : teguh

Suarabanyuurip.com/tbu
Warga dari enam desa terdampak proyek Kilang Tuban unjuk rasa menuntut janji Pertamina.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Warga dari enam desa terdekat (ring 1) yang lahannya dibebaskan untuk proyek Kilang Tuban, menggelar aksi unjuk rasa di pintu masuk proyek PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Tuban, Senin (24/1/2022). 

Dalam aksinya mereka menagih janji dari Pertamina yang akan mempekerjakan dalam proyek kilang. Karena janji itu pula mereka kini menuntut pekerjaan saat proyek kilang dimulai. 

Baca Lainnya :

    Para demonstran yang ditaksir sebanyak 150 orang tersebut berasal dari Desa Wadung, Sumurgeneng, Mentoso, Rawasan, Beji, dan Desa Kaliuntu di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim. 

    “Kami menuntut janji dari Pertamina, ini bagaimana pekerja kasar aja tidak diperbolehkan. Usia juga dijadikan alasan, padahal janjinya dulu warga sekitar diprioritaskan kerja," teriak kordinator aksi, Suwarno, dalam orasinya. 

    Baca Lainnya :

      Dikatakan, banyak masalah yang terjadi di lingkup proyek kilang. Diantaranya, ada salah satu pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, saat di RSUD Tuban ternyata harus menanggung biaya pengobatan. 

      "BPJS-nya tak bisa diklaim  karena tidak didaftakan ke jaminan sosial," katanya.

      Belum adanya pelarangan kerja bagi warga Ring 1 yang berumur 50 tahun ke atas. Pada kenyataannya, Pertamina menerima pekerja dari luar ring yang usianya di atas batas umur yang ditentukan. Saat pembebasan lahan tak ada pembatasan usia tersebut. 

      Para pendemo meminta, pihak Pertamina dihadirkan untuk menjawab tuntutan warga. Mereka meminta tanggung jawab atas janji yang telah diberikan sebelumnya. 

      Aksi kian memanas, lantaran petugas dari Pertamina tak kunjung menemui warga yang tergabung dalam Paguyuban Pemuda Enam Desa terdampak  kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban. 

      Setelah melalui negosiasi panjang yang melibatkan para Kades dari desa terdampak tersebut, akhirnya Solikin dari Pertamina menemui perwakilan warga. 

      Solikin mengatakan, telah mencatat semua aspirasi dari pemuda enam desa yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa. Selanjutnya akan dikomunikasikan dengan  manajemen di Jakarta.

      "Saat ini masih dikoordinasikan dengan pimpinan,  belum bisa memberi keputusan," tambah Solikin. (tbu) 


Show more