Korban Terjun ke Bengawan Solo Belum Ditemukan

Sabtu, 02 Februari 2019, Dibaca : 2069 x Editor : nugroho

Ali Imron
BELUM DITEMUKAN : Tim SAR BPBD Tuban kembai melanjutkan pencarian korban yang terjun ke Bengawan Solo dari Jembatan Glendeng.


SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Diduga karena masalah keluarga, Nova Satya Terawan, pemuda asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nekat terjun ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Glendeng.

Padahal pemuda berusia 27 tahun tersebut diketahui tidak bisa berenang.  Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung melaporkannya kepada BPBD Tuban.

Baca Lainnya :

    Lembaga plat merah yang menangani masalah kebencanaan itu langsung menerjunkan Tim SAR ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari korban.

    Tapi upaya BPBD Tuban belum membuahkan hasil. Karena selain kondisi gelap, arus air Sungai Bangawan Solo sedang deras akibat hujan yang terjadi beberapa hari ini.

    Baca Lainnya :

      "Pencarian korban kembali dilakukan pagi ini. Semalam tidak memungkinkan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (2/2/2019).

      Informasi dari keluarga korban, Nova Satya Terawan terjun dari jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tuban-Bojonegoro pada Jumat (1/2) sekira pukul 20.30 WIB. Awalnya korban lari menuju jembatan dan dikejar oleh beberapa orang, namun tidak berhasil. Seketika itu langsung terjun dari jembatan dan tenggelam belum ditemukan.

      Beberapa saksi yang sempat mengejar korban adalah Sutrisno, kaka ipar korban dan Tari, kakak kandung, dan Andri wardana seorang Tagana Bumi Wali.

      Ciri - ciri korban tidak bisa berenang, mengenakan kaos biru muda, rambut pendek, dan kulit sawo matang.

      "Sejak menerima laporan dan mendatangi lokasi, kami juga koordinasi dengan pemdes setempat, Polsek Soko,Tagana Tuban, dan seluruh potensi SAR setempat," imbuh mantan Camat Widang.

      Semalam tim reaksi cepat  (TRC) BPBD Tuban juga sudah melakukan assesment di titik jatuh korban. Hasilnya kedalaman di titik jatuh korban sedalam 10 meter, arus atas yang membentuk pusaran cukup deras. Disamping itu, material sampah berupa kayu dan sampah bambu yang berbahaya. (aim)


Show more