Kualitas Pesilat Tingkat SD Bojonegoro di Bawah Standar

Rabu, 23 Juni 2021, Dibaca : 576 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Ketua Pertandingan Cabor Pencak Silat KO2SN Bojonegoro, Suroto,


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pelaksanaan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KO2SN) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat tingkat Pelajar Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah baik negeri maupun swasta telah usai diselenggarakan. Dari kegiatan itu, diketahui kemampuan para pesilat di Bojonegoro ternyata kualitasnya masih di bawah standar.

Evaluasi terhadap kualitas para pesilat yang dinilai masih di bawah standar tersebut diungkapkan oleh ketua Pertandingan Cabor Pencak Silat KO2SN Kabupaten Bojonegoro, Suroto, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (23/06/2021). Sehingga diharapkan para pelatih dan para guru bisa lebih giat lagi untuk meningkatakan kualitas para pesilat.

Baca Lainnya :

    "Untuk kegiatan hari ini para pesilat sebenarnya masih jauh di bawah standart. Akan tetapi kami berharap dari para guru dan para pelatih untuk meningkatkan kualitas," ungkapnya.

    Suroto meyakini, dengan kegigihan para guru dalam peningkatan kualitas atlet pencak silat terutama untuk para pesilat usia dini, nantinya mampu berprestasi baik tingkat regional maupun nasional, maupun tingkat yang lebih tinggi. Ia juga mendorong para pelatih untuk menambah keilmuan agar para pesilat usia pelajar Sekolah Dasar (SD) sebagai aset pencak silat di Kabupaten Bojonegoro tidak tertinggal dari kabupaten lain.

    Baca Lainnya :

      "Kalau tidak seperti itu (menambah ilmu) pencak silat di Kabupaten Bojonegoro akan tertinggal dari kabupaten lain. Karena kabupaten lain sudah mampu berbicara prestasi pencak silat lebih jauh dari Bojonegoro," tandas pria yang juga pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro Pusat Madiun.

      Situasi dan kondisi yang masih pandemi, kata Suroto, bukan merupakan halangan untuk tetap berlatih meningkatkan prestasi. Dengan standar protokol kesehatan ketat, hal itu masih bisa dilakukan. Misalnya dengan berlatih mandiri di rumah didampingi orang tua, tidak berlatih secara berkerumun.

      "Para pelatih kami mohon tetap sabar, tetap telaten membimbing adik-adiknya berlatih pencak silat meski dalam keterbatasan akibat pandemi," harapnya.

      Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Suyanto mengatakan, bahwa penyelenggaraan KO2SN bertujuan utama adalah meningkatkan kompetensi siswa di cabor masing-masing, termasuk pencak silat. Selain itu juga berguna agar anak didik mengisi liburan dengan hal-hal yang produktif.

      "Tidak kalah pentingnya, KO2SN ini juga merupakan seleksi bertujuan untuk menentukan duta-duta Bojonegoro agar mampu berbicara di tingkat provinsi maupun nasional," tandasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more