Kuota Pupuk Bojonegoro Berkurang 97 Ribu Ton, DPRD : Ini Tak Rasional

Jum'at, 17 Januari 2020, Dibaca : 366 x Editor : nugroho

dok/sbu
Petani Bojonegoro sedang menabur pupuk. Tahun 2020 ini, kuota pupuk berkurang 97 ribu ton.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kaget dengan banyaknya penurunan kuota pendistribusian pupuk subsidi ke petani dari 180 ribu ton pada 2019, turun jadi 83 ribu ton di tahun 2020 ini.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengungkapkan, data penurunan distribusi pupuk itu didapat saat melakukan rapat dengar pendapat, Rabu (15/1/2020), dengan seluruh distributor pupuk dan petrokimia membahas tentang evaluasi penyaluran pupuk di tahun 2019 dan persiapan musim tanam tahun 2020.

Baca Lainnya :

    "Dengan jumlah 83 ribu ton kemungkinan pada bulan April - Mei sudah habis. Karena sekarang ini musim tanam yang membutuhkan banyak pupuk, kecuali daerah yang panen tiga kali," ujar Sally.

    Ia menilai banyaknya penurunan kuota pendistribusian pupuk ini tidak rasional. Apalagi, menurut 10 distributor yang ada di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, alokasi pupuk di tahun 2019 terserap 100 persen. Kecuali pupuk petroganik yang masih rendah peminatnya.

    Baca Lainnya :

      Dikhawatirkan jika tidak segera mengajukan tambahan distribusi pupuk, maka jumlah tersebut tidak mencukupi kuota kebutuhan petani sesuai yang diajukan dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). 

      "Sekarang kami menunggu hasil pendataan riil dari Dinas Pertanian. Maksimal pada Februari awal Komisi B juga akan ke Kementerian Pertanian atau ke komisi 4 DPR RI untuk mengajukan kuota resmi tambahan alokasinya," tegas Politisi Partai Gerindra itu.

      Komisi B berjanji akan melakukan pengawasan terkait adanya indikasi penyaluran pupuk yang tidak sampai pada tangan petani, serta distribusi yang dilakukan distributor hingga ke luar daerah operasi.

      "Indikasi kasuistik ini yang juga kita lakukan pengawasan," tandasnya.

      Sementara Kepala Seksi Pupuk dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Tatik Kasiati, menjelaskan penurunan kuota pupuk subsidi itu sudah sesuai dengan elektronik-RDKK. Jumlah petani yang terdaftar ada 192.663 orang, dengan luasan tanam seluar 361.009 hektare.

      "Untuk pengajuan jenis pupuk tahun ini memang semua mengalami penurunan dibanding tahun kemarin," ujarnya.

      Menurut Tatik, usulan pupuk petroganik tahun ini paling banyak. Alasannya, karena rekomendasi pemupukan organik harus lima kwintal perhektare. Takaran itu sesuai rekomendasi pemupukan berimbang.

      “Tetapi penyerapannya masih sangat sedikit.  Paling banyak serapannya, hampir sama antara pupuk Urea, ZA, SP, dan NPK. Hampir mencapai 100 persen," jelasnya.

      Sedangkan, realisasi pupuk petroganik hanya 75 persen, atau 29.500 ton dari jumlah RDKK yang diajukan sebanyak 148.000 ton. Sedangkan pupuk Urea realisasinya sebesar 98,17 persen, atau sebesar 63.347 ton. Pupuk ZA realisasi sebesar 98,75 persen atau sebesar 22.504 ton.

      Untuk serapan pupuk SP sebesar 99,5 persen, atau 14.210 ton, pupuk NPK sebesar 99,76 persen atau 37.239 ton.(rien)

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more