Kurma Selimut Hasil Kreasi Elvin Angga, Kuliner Unik Bojonegoro yang Perlu Dicicipi

Jum'at, 04 Juni 2021, Dibaca : 387 x Editor : nugroho

joko kuncoro
KREATIF : Elvin Angga Dwi Julianti menunjukkan Kurma Selimut hasil kreasinya.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pandemi Covid-19 tak membuat Elvin Angga Dwi Julianti mahasiswa STIE Cendekia Bojonegoro berpangku tangan. Ia mencoba membuat camilan berbahan dasar kurma yang kini banyak diminati.

Di tengah libur panjang kuliah karena pandemi Covid-19, Elvin sapaan akrabnya iseng-iseng membuat produk camilan. Waktu itu, ia berpikir ingin membuat inovasi makanan baru yang belum pernah ada. Yakni ia menemukan ide camilan kacang sembunyi kemudian ia modifikasi menjadi kurma selimut.

Baca Lainnya :

    "Akhirnya saya menemukan ide membuat camilan berbahan dasar kurma. Yakni kurma manis berbalut kulit lumpia gurih. Yang kemudian saya beri nama kurma selimut agar mudah diingat," katanya, Jumat (4/6/2021).

    Elvin memilih camilan berbahan dasar kurma ini karena belum pernah ada yang membuat. Selain itu, bahan dasarnya mudah didapatkan meski kurma identik dengan buah tahunan. Namun, buah kurma sudah banyak ditemui di setiap toko Bojonegoro.

    Baca Lainnya :

      "Dan saya mulai usaha kurma selimut atau mamud ini semenjak 2020 lalu. Yakni untuk mengisi kesibukan di rumah," ungkap perempuan asal Kabupaten Trenggalek itu.

      Awalnya, Elvin kesulitan dalam pemasaran produk camilannya itu. Sebab, belum banyak yang mengenal produknya sehingga ia mencoba bergabung di UMKM. Dari situ ia terbantu dan kini sudah banyak yang mengenal camilan kurma selimut miliknya.

      Ia mengaku produk camilan kurma selimut ini pernah dibawa ke Jakarta dan dipromosikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno yang kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Menurutnya, itu berkat mengikuti kegiatan UMKM di Bojonegoro.

      Mahasiswa semester akhir itu setiap hari masih memproduksi kurma selimut untuk memenuhi permintaan pembeli. Karena, produknya itu telah dititipkan di lima outlet di Bojonegoro.

      "Jadi, harus berproduksi karena pembeli pasti ada. Tapi untuk saat ini grafik pembeli naik kadang juga turun. Namun, rata-rata pembeli dari teman-teman di Bojonegoro," ungkapnya.

      Dia menambahkan, per bulan biasanya hingga 100 pcs permintaan dari berbagai varian rasa. Ada dua varian rasa yang ia jual yakni rasa original Rp 10 ribu ukuran besar dan ukuran kecil Rp 8 ribu per pcs.

      "Sedangkan, untuk rasa manis Rp 12 ribu ukuran besar dan 10 ribu ukuran kecil per pcs. Kedepannya, akan menambah varian rasa baru sesuai permintaan konsumen," katanya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more