Lahan Pengganti Waduk Gongseng Belum Didapat

Senin, 13 Juni 2016, Dibaca : 1230 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pembangunan konstruksi Waduk Gonseng di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum bisa dilaksanakan karena sebanyak 260 kepala keluarga (KK) atau sekitar 830 jiwa di Desa Kedungsari dan Papringan, kecamatan setempat belum bisa direlokasi.

"Warga belum bisa direlokasi karena tanah yang akan ditempati untuk merelokasi merupakan tanah Perhutani yang belum diperoleh tanah penggantinya," kata Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Edi Susanto.

Baca Lainnya :

    Tanah warga yang akan dimanfaatkan Waduk Gonseng seluas 45 hektare. Warga akan direlokasi di tanah Perhutani seluas 85 hektare, sehingga dibutuhkan tanah pengganti.

    Saat ini, pembangunan Waduk Gonseng tetap jalan, tapi hanya pekerjaan dengan skala kecil, seperti pembersihan jalan. Pencapaian pekerjaan fisik yang sudah mendekati selesai yaitu saluran penggelak dan dam. 

    Baca Lainnya :

      Sehingga, penyerapan anggaran baru sekitar 17 persen dari alokasi biaya pembangunan Waduk Gonseng sebesar Rp490 miliar dari APBN. Dari alokasi itu untuk biaya pembangunan fisik Rp367 miliar, sedangkan sisanya untuk pembebasan tanah.

      Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersana Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah, Perhutani, kontraktor pelaksana PT Hutama Karya, dan pihak kecamatan segera menggelar rapat.

      Untuk diketahui, Waduk Gonseng merupakan bendungan timbunan batu zona inti tegak, dengan daya tampung 22,43 juta meter kubik, dan mampu mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare di daerah irigasinya.

      Selain itu, Waduk Gonseng juga berfungsi sebagai pengendali banjir sebesar 2 juta meter kubik dan penyedia air baku sekitar 300 liter/detik.(rien) 


Show more