Lapangan Banyu Urip Produsen Minyak Nomor 1 di Indonesia

Rabu, 24 November 2021, Dibaca : 395 x Editor : samian

Arifin Jauhari
PROFIL : Paparan sekilas Lapangan Migas Banyu Urip, Blok Cepu, di JCB 2021 via aplikasi zoom.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Joint Convention Bandung (JCB) 2021 yang diinisiasi oleh asosiasi profesi di lingkungan Energi dan Sumber Daya Mineral, salah satunya dari Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), memberikan ruang presentasi kepada para visitor.

Sekilas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, adalah salah satu tema sajian dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam JCB yang digelar secara virtual. Para visitor yang bergabung dalam aplikasi zoom meeting dipandu oleh Public and Government Affairs (PGA) EMCL, Dewi Ariani.

Baca Lainnya :

    "EMCL adalah Operator Lapangan Migas Blok Cepu. Yang kini menjadi produsen minyak nomor 1 di Indonesia," kata Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya membuka pertemuan virtual atau zoom meeting, Rabu (24/11/2021).

    Dalam tema "Sekilas Lapangan Banyu Urip" ini, Rexy membeberkan bahwa EMCL sesungguhnya telah hadir di Indonesia selama lebih kurang 123 tahun. Dan memiliki sebanyak sekira 800 karyawan, lebih dari 99 persen merupakan putra putri terbaik bangsa Indonesia.

    Baca Lainnya :

      EMCL telah berinvestasi lebih dari AS$23 Miliar di Indonesia sejak 1979. Masa kini, EMCL terfokus di Lapangan Migas Banyu Urip, Blok Cepu. Kegiatan hulu migas tersebut dalam pelaksanaannya bermitra dengan Pertamina dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

      "Lapangan Banyu Urip, menyumbang 30 persen produksi minyak nasional," bebernya.

      Dijelaskan, kontrak kerja sama (KKS) telah dimulai sejak 2005 sampai dengan 2035. Dimana terjadi pembagian produksi minyak sebesar 85 persen untuk Pemerintah Indonesia berbanding 15 persen untuk EMCL.

      Sedangkan Perjanjian Kerja Bersama atau Join Operating Agreement (JOA) pengelolaan migas Blok Cepu ditanda tangani pada 2006. Yang mana EMCL mendapat bagian sebesar 45 persen, PT Pertamina EP Cepu 45 persen dan BUMD sebesar 10 persen.

      Untuk Banyu Urip POD (Plan of Development) atau rencana pengembangan yang disetujui pada 2006, berupa Full Field 165 Kilo Barel per hari. Pada Early Oil distribusi kemungkinan 20 kbd (Kilo Barrel per Day) berhasil mencapai 29 kb per hari.

      Lapangan Migas Banyu Urip terdiri 5 EPC (Engineering - Procureement - Construction), 3 tapak sumur dengan 15 sumur injeksi, dan 30 sumur produksi. Berproduksi di Central Processing Facility (CPF), dan melalui 95 kilometer jalur pipa ekspor ke FSO (Floating Storage and Offloading).

      "FSO itu kapal tanker besar yang mengangkut minyak," jelas Rexy.

      Terkait capaian EMCL pada 2021, Rexy menyebut, tingkat keselamatan kerja di EMCL berkelas dunia. Lantaran tidak ada insiden yang tercatatkan. Selain itu mempunyai keandalan fasilitas yang bagus, dengan up time lebih dari 99 persen.

      Produksi Gross data per April 2021 sebesar 218 kbd, meningkat dibandingkan target tahun 2019 sebesar 202,4 kbd. Hingga tercapai 30 persen produksi minyak nasional. Capain ini menjadikan EMCL sebagai produsen minyak nomor 1 di Indonesia.

      "Data pengiriman per 24 November 2021, total tercapai 750 kargo. Dalam peningkatan produksi Banyu Urip agar mencapai lebih dari 200 ribu kbd, sedang diupayakan pasokan tambahan lain," ungkapnya.

      Biaya produksi yang dikeluarkan EMCL juga dikatakan efisien, yakni AS$2.2/BBL (Biaya Bahan Langsung). Sehingga diharapkan, mampu menyumbangkan pemasukan kepada pemerintah senilai lebih dari AS$50 miliar selama masa KKS, pada harga minyak AS$70/BBL.

      Sementara itu, terkait pengembangan Lapangan Kedung Keris, Rexy menyampaikan, bahwa pengembangan 20 juta barel yang diproduksikan dengan 10 kbd dapat mengimbangi penurunan produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip.

      "Lapangan Kedung Keris menelan investasi sekira AS$100 juta. Lapangan migas ini terhubung ke CPF melalui pipa sepanjang 16 kilometer. Kontrak EPC-nya dimulai pada April 2018 dan telah produksi minyak perdana pada akhir 2019," pungkasnya.(fin)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more