Lelang 12 WK Migas Baru Akan Diumumkan Maret

Kamis, 16 Januari 2020, Dibaca : 364 x Editor : nugroho

Ditjen Migas
meningkatkan kegiatan hulu migas di tanah air," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Mustafid Gunawan.


SuaraBanyuurip.com - Pemerintah akan menawarkan 12 wilayah kerja (WK) migas baru, terdiri dari 10 WK konvensional dan 2 WK non konvensional pada tahun 2020.

Sekarang ini sedang dipersiapkan penawarannya, dan diharapkan lelang 10 WK sudah dapat diumumkan pada Maret atau April 2020.

"Ini untuk meningkatkan kegiatan hulu migas di tanah air," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Mustafid Gunawan dilansir dari situs resmi Ditjen migas.

Baca Lainnya :

    Sedangkan untuk WK migas non konvensional, menurut Mustafid, sudah cukup lama tidak dilakukan penawaran.  Untuk menggiatkannya, Pemerintah sedang mencari skema agar  investor kembali tertarik.

    Sementara pada tahun 2019, telah dilakukan penandatanganan 3 WK baru yaitu WK Anambas, Selat panjang dan West Ganal. Bonus tanda tangan sebesar US$ 37,6 juta dan komitmen pasti US$ 268,5 juta. Selain itu, dilakukan penandatanganan kontrak perpanjangan/alih kelola 5 blok migas. Total komitmen kerja pasti US$ 855,38 juta dan bonus tanda tangan US$ 1,04 miliar.

    Baca Lainnya :

      Agar investasi hulu migas lebih menarik, Pemerintah melakukan berbagai cara, antara lain dengan pembukaan data migas yang dapat diakses secara online, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi.

      Pelaksanaan pembukaan data migas ini, masih dalam masa transisi 6 bulan. Saat ini sedang dilakukan pembahasan besaran iuran keanggotaan. Untuk investor yang menjadi anggota dapat mengakses seluruh data. Sedangkan untuk non anggota, akses data tidak dikenai biaya dan hanya mendapatkan data umum.

      “Kita dalam masa transisi dari pemberlakuan Permennya,  jadi kira-kira Maret resmi diberlakukan. Kita berharap secepatnya sudah diselesaikan, karena banyak sekali investor yang menanyakan itu. Mereka berharap sekali dapat mengakses data,” tambah Mustafid.(red)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more