Letusan Rawa Kesongo Bawa Gas Hidrokarbon

Jum'at, 28 Agustus 2020, Dibaca : 325 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Kasi Energi Cabang Dinas ESDM Kendeng Selatan Provinsi Jawa Tengah, Sinung Sugeng Arianto.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Peristiwa semburan lumpur bercampur gas di rawa atau Oro-oro Kesongo di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sempat membuat heboh warga sekitar. Letusan dan semburan cukup besar terjadi Kamis (27/8/2020) kemarin, diduga kuat mengandung gas hidrokarbon. 

Kepala Seksi Energi Cabang Dinas ESDM Kendeng Selatan Provinsi Jawa Tengah, Sinung Sugeng Arianto, menyampaikan peristiwa keluarnya lumpur yang terjebak di kerak bumi tersebut mirip denga letusan gunung api. 

Baca Lainnya :

    “Hanya saja bedanya, letusan gunung mengeluarkan lahar atau magma, kalau di Kesongo mengeluarkan lumpur,” jelasnya Jumat (28/8/2020).

    Dari pengamatan sementara, menurut dia, ada sejumlah senyawa gas yang dikeluarkan. Diantara, Gas Metan, Gas Hydrocarbon, Gas Sulfur, dan Gas Belerang. 

    Baca Lainnya :

      “Kami tidak bisa menetukan secara pasti yang mendominasi. Karena tidak membawa gas detector. Cuma mengandalkan indera penciuman,” tuturnya saat ditemui di kantornya. 

      Lebih lanjut Sugeng menyampaikan, karena lokasi letusan berada jauh dari pemukiman, sehingga gas bisa dinetralisir oleh angin. Sebab, apabila gas sulfur (H2S) dalam kinsentrasi tinggi, maka akan berbahaya bagi penduduk. 

      “Karena gas sulfur sifatnya mencemari dan beracun,” tandasnya.

      Dugaan kuat adanya gas hidrokarbon, lanjut dia, bisa diketahui dari jenis material yang dimuntahkan. Yakni batuan sill yang masih berwujud lempung serpih. 

      "Sill itu adalah sosrok dari hydrocarbon untuk rembesan minyak,” terangnya. 

      Potensi hidrokarbon tersebut, tambah Sugeng, karena merupakan formasi Tuban berada di atas formasi Ngujung di bawah Formasi Tawun. Di dalamnya terdapat sedimentasi batuan sill dan ada yang masih berwujud lumpur. Batuan sill sendiri merupakan perubahan dari barang organing zaman dulu. 

      “Yang berwujud lumpur ini, karena dimendapat tekanan dari gas-gas yang dihasilkan, sehingga terdorong keluar, melalui retakan retakan-retakan tanah," pungkasnya. 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more